Sebelum Beroperasi, Papua Diminta Siapkan SDM

share on:
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penataan dan Pengembangan Jaringan Kereta Api Kementerian Perhubungan Titiek Musdini Agustriana - Jubi/Alex
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penataan dan Pengembangan Jaringan Kereta Api Kementerian Perhubungan Titiek Musdini Agustriana – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penataan dan Pengembangan Jaringan Kereta Api Kementerian Perhubungan Titiek Musdini Agustriana meminta, pemerintah provinsi Papua mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) sebelum kereta api beroperasi di Papua.

“Saya imbau pemerintah Papua segera menyiapkan SDM untuk pengoperasian kereta api,” kata Titiek Musdini Agustriana, di Jayapura, Kamis (11/8/2016).

Disamping itu, Titiek juga meminta pemerintah Papua untuk segera memutuskan apakah akan menggunakan jasa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta dalam pengelolaan kereta api di tanah ini.

“Harus dipikirkan dari sekarang, apakah nanti kereta api di Papua akan dioperasikan BUMD atau swasta. Sebab itu menjadi keputusan dari Pemerintah Provinsi Papua,” ucapnya.

Meskipun demikian, dirinya berharap pihak yang bakal mengelola perkeretaapian di Papua, seluruhnya merupakan pemuda dan pemudi asli Papua. Untuk itu, ia menyarankan pemerintah Papua segera menyekolahkan sejumlah generasi muda asli Papua, sehingga saat pembangunan rel rampung, mereka telah siap menjalankan tugasnya.

“Untuk memahami kereta api tidak cukup satu atau dua tahun. Makanya dari sekarang harus ada yang dipersiapkan untuk bersekolah kereta api di Jawa,” kata Titiek.

Sebelumnya, Kepala Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua (BP2KP), Omah Laduani Ladamay mengatakan untuk tahun ini (2016), belum ada anggaran untuk pembangunan kereta api.

“2016 tidak ada anggaran untuk Papua, mungkin di 2017. Tapi kalau untuk groundbreaking tidak bisa ditawar lagi,” kata Laduani, Rabu (6/1/2016).

Untuk itu, ujar Laduani, peletakan batu pertama pembangunan kereta api di Papua akan dilakukan pada 2017. Namun, yang sangat berpelung untuk ditangani dari wilayah Skouw – Sentani – Sarmi – Nabire – Enarotali – Timika.

“Kepastian peletakan batu pertama pembangunan kereta api setelah Kementerian Perhubungan memutuskan untuk dimulai di 2017,” ucapnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sebelum Beroperasi, Papua Diminta Siapkan SDM