Connect with us

Pendidikan dan Kesehatan

OAP Wajib Terima Pelayanan Kesehatan Gratis

Published

on

Suasana penyamaan presepsi antara Dinkes Kota Jayapura, UP2KP, BPJS, Kepala Puskesmas di Kota Jayapura yang berlangsung di Kantor Dinkes Provinsi Papua – Jubi/Roy Ratumakin.

Suasana penyamaan presepsi antara Dinkes Kota Jayapura, UP2KP, BPJS, Kepala Puskesmas di Kota Jayapura yang berlangsung di Kantor Dinkes Provinsi Papua – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Terhitung sejak semester pertama (Januari-Juni 2016) Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) telah mendapatkan 52 pengaduan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Provinsi Papua. Semua pengaduan tersebut diklaim oleh UP2KP telah ditindaklanjuti hingga tuntas.

Hal ini ditegaskan Plt. Direktur UP2KP, Agus Raprap kepada Jubi, Kamis (11/8/2016) diruang kerjanya.

“Pengaduan ini muncul karena ketidaktahuan atau ada unsur kesengajaan dari oknum-oknum pelayan kesehatan maupun masyarakat. Banyak kasus yang terjadi, pihak rumah sakit tidak rutin melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait hak-hak mereka untuk mendapatkan pelayanan gratis sebagai Orang Asli Papua,” katanya.

Raprap mencontohkan, selama ini ada beberapa masyarakat asli Papua yang tidak tahu bagaimana mengurus Kartu Papua Sehat (KPS).

“Nah, ini menjadi tugas dan tanggung jawab dari pihak rumah sakit atapun puskesmas-puskesmas yang ada. Pihak Dinkes Papua sudah melakukan sosialisasi terhadap kepala-kepala rumah sakit dan puskesmas, seharusnya sosialisasi tersebut diteruskan oleh kepala rumah sakit dan puskesmas tersebut ke masyarakat. Ini yang saya nilai tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

Mengenai apakah OAP yang sudah mendapatkan kartu BPJS Kesehatan perlu juga mengurus KPS, Raprap mengatakan bahwa, KPS akan memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Papua namun khusus untuk masyarakat Asli Papua atau OAP.

“Ada beberapa item yang tidak bsia ditebus oleh BPJS Kesehatan, nah yang tidak bisa ditebus itulah KPS bisa digunakan. Tetapi tanpa KPS juga semua OAP tetap mendaptkan pelayanan gratis,” ujarnya.

Raprap menambahkan, seharusnya pihak rumah sakit membuat spanduk atau baliho yang dipasang di depan rumah sakit yang menerangkan apa saja kewajiban OAP untuk mendapatkan KPS.

Sebelumnya Dinas Kesehatan, Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Jayapura menggandeng UP2KP melakukan evaluasi penggunaan KPS serta pemanfaatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Jayapura, Helda Walli kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan evaluasi tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas di lingkup Kota Jayapura serta dokter, perawat, bidan dan ahli gizi.

“Selain itu kami juga mengundang pihak UP2KP dan BPJS. Hal ini dilakukan untuk menyamakan presepsi terkait KPS di Papua khususnya Kota Jayapura,” katanya.

Khususnya di Kota Jayapura, kata Helda, sudah melakukan distribusi KPS. Untuk melihat seberapa jauh pelayanan KPS terhadap masyarakat Papua maka pihaknya melakukan penyamaan presepsi karena banyak masyarakat kurang tau manfaat dari KPS itu sendiri.

“Yang perlu diketahui masyarakat adalah pelayanan di Rumah Sakit dan Puskesmas berbeda. Di Rumah Sakit itu dilakukan pembayaran jasa kepada tenaga kesehatan yang sudah melakukan pelayanan kepada masyarakat tetapi kalau di Puskesmas langsung diterapkan pelayanan yang pro terhadap masyarakat. Misalnya klas ibu hamil dan juga dilakukan pos gizi, pemberian TNT kepada balita gizi buruk dan juga TNT kepada ibu hamil,” ujarnya. (*)

Pendidikan dan Kesehatan

Tiap Bulan 1000 Pasien Berobat di Puskesmas Waena

Published

on

Puskesmas Waena, Kota Jayapura-Jubi/dam

Puskesmas Waena, Kota Jayapura-Jubi/dam

Jayapura, Jubi- Puskesmas Waena Kota Jayapura setiap bulan melayani hampir 1000 pasien dan penyakit dominan adalah Insfeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA) dan juga malaria. Sedangkan tiap hari pasiennya mencapai 80-100 pengunjung.

“Sekitar 20 persen itu pasien orang asli Papua yang datang berobat ke sini,”kata Kepala Bagian Tata Usaha Nuraini Kafiar saat mewakili Kepala Puskesmas Waena, Selasa( 20/9/2016) saat kunjungan dari wartawan bersama Kinerja Usaid.

Dia menambahkan setiap pasien orang asli Papua selalu mendapat pelayanan dengan menggunakan Kartu Papua Sehat(KPS).”Begitupula pasien lainnya yang memakai Kartu BPJS Kesejehatan,”katanya.

Menyinggung soal waktu pelayanan di loket Puskesmas, Nuraini mengaku kalau selama ini pasien mengeluh kalau pelayanan di lokey terlalu lama. “Hal ini terjadi karena jumlah tenaga yang terbatas sehingga pasien menunggu lama. Standar operasional kita untuk menunggu pelayanan minimal 13 menit sudah langsung ke klinik,”katanya.

Sementara itu salah seorang pasien pelajar Sekolah Menengah Olahraga Jan Romka mengaku sudah menunggu sejak pukul 09.00 pagi dan baru saja melakukan pemeriksaan darah di laboratorium Puskesmas. “Saya sudah tunggu hampir dua jam untuk ke klinik sambil mengambil hasil pemeriksaan darah,”Katanya.

Konsultan Media Kinerja USAID Frimansyah mengatakan Puskesmas Waena merupakan salah satu Puskesmas aplikasi dan bukan pendampingan langsung dari Usaid Kinerja. “Kami hanya mendampingi Puskesmas Koya Barat, Puskesmas Abepantai dan Puskesmas Tanjung Ria,”katanya. Namun kata dia karena Puskesmas Waena termasuk yang mau melakukan aplikasi sehingga mendapat kunjungan dari media tour Usaid Kinerja.(*Yance Wenda)

Continue Reading

Pendidikan dan Kesehatan

RSUD Jayapura Berhasil Operasi Tumor Otak

Published

on

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura, Josef Rinta - Jubi/Alex

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura, Josef Rinta – Jubi/Alex

Jakarta, Jubi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kembali berhasil melakukan operasi bedah tumor otak terhadap salah seorang pasien. Operasi dilakukan dokter spesialis bedah saraf, dibantu tenaga anastesi.

Direktur RSUD Jayapura Josef Rinta kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/9/2016) mengatakan, operasi terhadap pasien tumor otak baru pertama kali di lakukan. Namun dengan didatangkannya dokter bedah saraf dari Universtas Gadjah Mada, tindakan ini bisa dilakukan dengan baik.

“Operasi ini berjalan dengan baik dan berhasil untuk dilakukan, ini merupakan pasien ke sepuluh yang telah menjalani operasi bedah saraf secara umum dan pasien pertama untuk bedah tumor,” katanya.

Menurut ia, apa yang sudah dilakukan pihaknya tidak lepas dari komitmen RSUD Jayapura untuk memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada masyarakat di Provinsi Papua.

“Pada 1 Oktober nanti, kami akan mendapat bantuan penempatan residen bedah, dengan demikian kami bisa melayani rujukan bedah termasuk bedah saraf, dalam artian pasien bedah sudah bisa dilayani di RSUD Jayapura, tanpa harus merujuk keluar Papua,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen menilai, manajemen RSUD Jayapura telah mengambil langkah tepat untuk menyelamatkan anak anak Papua dari penyakit Hydrosephalus dan saraf. Ia berharap kerja sama bisa terus berlanjut.

“Sebetulnya sudah ada MoU tiga tahun lalu, tapi tidak dilaksanakan, untuk itu kami sedang berupaya memperbaiki SDM-nya sehingga aktivitas operasi ini bisa berlanjut terus, harapannya masyarakat Papua bisa terlayani dengan baik,” kata Hery. (*)

Continue Reading

Pendidikan dan Kesehatan

Siswa Merauke Diingatkan Tak Terjerumus Narkoba

Published

on

By

Anggota Polwan Polres Merauke sedang memberikan bimbingan kepada siswa-siswi di

Anggota Polwan Polres Merauke sedang memberikan bimbingan kepada siswa-siswi di SMAN 1 Merauke. -Jubi/ Frans L. Kobun

Merauke, Jubi – Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nuryanti mengingatkan siswa-siswi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Merauke agar tidak terjerumus kepada masalah narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

Hal itu disampaikan Nuryanti ketika bersama semua Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polres setempat melakukan sosialisasi di sekolah itu, Selasa (20/9/2016).

“Saya ingatkan para siswa-siswi tidak terpengaruh dengan narkoba, karena bahayanya sangat besar, salah satunya adalah akan merusak masa depan nanti,” ujarnya.

Nuryanti berharap siswa-siswi memfokuskan diri dengan terus belajar agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai dengan baik, tidak perlu tergoda atau berpikir tentang hal-hal negatif.

Kasat Binmas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suparman meminta agar para siswa yang sudah terbiasa mengkonsumsi miras untuk menghentikan tindakannya.

“Dipastikan masa depannya akan menjadi suram, kalian ini adalah generasi penerus bangsa, olehnya harus terus berjuang mengejar cita-cita dan tak terpengaruh miras,” pintanya.

Yohana salah seorang siswa SMAN 1 Merauke mengaku bangga dan berterima kasih kepada Polwan yang sudah datang dan membagikan ilmu kepada mereka.

“Dengan kunjungan ini banyak hal positif didapatkan,” ujarnya. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.