Peta Ketahanan Pangan Diharapkan Sediakan Informasi

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty - Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Dengan adanya peta ketahanan pangan dan kerentanan pangan, diharapkan mampu menyediakan informasi sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi penentuan sasaran.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Minggu (14/8/2016) mengatakan peta ketahanan dan kerentanan pangan Provinsi atau Provincial Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) saat ini dikembangkan di 11 kabupaten percontohan.

“Saya harapkan peta ini bisa menyediakan informasi untuk penentu kebijakan sehingga dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan program dalam mengurangi kerawanan pangan dan gizi,” katanya.

Secara umum, ujar Elia, gambaran yang dihasilkan oleh peta FSVA Papua 2015 cukup memberikan perubahan yang baik pada hampir seluruh indikator maupun gambaran menyeluruh.

Dimana dari 156 distrik di 11 kabupaten yang berpartisipasi, didapati sejumlah 61 distrik atau 39 persen yang berada pada prioritas penanganan 1-3 (rawan pangan) dan 95 distrik (61 persen) yang berada pada prioritas penanganan 4-5 (tahan pangan).

“Dari hasil ini dapat dilihat, sebagian besar distrik di Papua (76 persen) masih mengalami deficit produksi serealia, ” katanya.

Disisi lain, kata Elia, angka kemiskinan telah menurun secara signifikan, dimana dari 37,5 persen pada 2009 menjadi 28,2 persen di 2019. Namun masih terdapat 898 ribu penduduk Papua yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Gambaran ini sejalan dengan kondisi kemiskinan di Papua secara terus menerus berkurang secara signifikan. Namun saya juga menyadari, sering terjadi permasalahan pangan di beberapa wilayah yang dipicu oleh banyak hal antara lain perubahan iklim, distribusi pangan, gejolak harga, dan lain sebagainya,” kata Elia Loupatty.

Dia menambahkan distrik distrik dari 11 kabupaten percontohan FSVA, umumnya terletak di daerah pegunungan dan kepulauan yang mempunyai areal pertanian dan akses yang terbatas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu program yang diprioritaskan dalam pembangunan nasional oleh pemerintah provinsi Papua.

Untuk itu, dirinya meminta agar dewan ketahanan pangan kabupaten dan kota selaku pengelola instansi ketahanan pangan agar mampu mengoptimalkan kerja dan fungsi lintas sektoral.

“Mengacu pada RPJM nasional dan Renstra Kementerian Pertanian tahun 2015-2019, ketahanan pangan masuk program prioritas nasional,” kata Hery. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Peta Ketahanan Pangan Diharapkan Sediakan Informasi