Pemprov Papua Tolak "Full Day School"

share on:
Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen - Jubi/Alex
Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menilai daerahnya tidak mungkin bisa menerapkan “full day school” seperti yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendi.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen kepada wartawan, di Jayapura, Senin (15/8/2016) mengatakan sekolah selama sehari penuh sangat susah diterapkan di Papua, karena terkait dengan masalah keamanan, geografis dan lain sebagainya.

“Kami minta pemerintah pusat sebelum mengambil kebijakan, ada baiknya lebih dulu melihat kondisi setiap daerah, khususnya Papua,” katanya.

Menurut dia, seharusnya yang dilakukan pemerintah pusat adalah mencari model pendidikan yang cocok dan dapat diterapkan di Papua, tentunya dengan melibatkan pemerintah daerah.

“Jangan sampai anak dibebankan dengan berbagai materi. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana anak itu, mempunyai kemampuan dan inovasi. Pelajaran itu hanya merupakan penunjang sebetulnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Alpius Toam, Jumat (12/8/2016) meminta sekolah di semua tingkatan di wilayahnya untuk memberikan informasi yang jelas kepada orang tua siswa terkait penerapan penambahan waktu belajar menjadi sehari penuh atau “Full Day School” yang direncanakan Kementerian Pendidikan Nasional.

“Informasi tersebut harus diketahui secara jelas oleh semua pihak, terlebih orang tua wali murid,” kata Toam.

Informasi yang harus disampaikan itu, katanya, di antaranya maksud dan tujuan diberlakukan penambahan jam belajar kepada anak-anak. “Secara umum tentu itu untuk kebaikan anak-anak kita sendiri, tapi pihak sekolah harus menjelaskannya,” ucapnya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemprov Papua Tolak "Full Day School"