Aksi Demo KNPB Dibajak?

share on:
Aksi Demo Penolakan New York Agrement Oleh KNPB di Lingkaran Abepura (15/8/2016)- Jubi/Benny Mawel
Aksi Demo Penolakan New York Agrement Oleh KNPB di Lingkaran Abepura (15/8/2016)- Jubi/Benny Mawel

Jayapura, Jubi – Aksi penolakan terhadap New York Agrement yang dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat pada Senin (15/8/2016) diwarnai oleh aksi bakar, pengejaran dan penembakan oleh aparat keamanan.

Lebih dari dua tahun terakhir, aksi demonstrasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) selalu berjalan dengan damai dan terorganisir baik. Meski selalu dihadang oleh aparat keamanan, aksi KNPB tak pernah berakhir dengan kericuhan, apalagi sampai melakukan pembakaran. KNPB selalu bisa menemukan solusi menyampaikan aspirasi mereka.

“Kami tidak tahu siapa yang bakar-bakar itu. Yang jelas bukan kami. Karena massa KNPB yang pertama lewat di sekitar Perumnas II Waena itu ditangkap. Lalu tiba-tiba ada yang bakar-bakar itu. Massa KNPB selanjutnya lewat dengan kawalan polisi,” kata Bazoka Logo, Juru bicara KNPB kepada Jubi, Senin (15/8/2016).

Logo meminta polisi membuktikan dan mengungkap siapa pelaku pembakaran tersebut.

“Orang bakar-bakar karena ada sebab dan akibat. Silahkan pihak kepolisian buktikan dan ungkap pelakunya. KNPB tidak bertanggungjawab atas pembakaran itu. Kami hanya minta pihak aparat menghargai kami untuk sampaikan aspirasi kami ke DPR Papua. kami tidak minta yang lain. Itu saja,” tegas Logo.

Baca juga Aksi Demo KNPB Diwarnai Pembakaran dan Pengejaran oleh Aparat Keamanan

Pembakaran ban dan gerobak milik penjual makanan di sekitar Perumnas II dan IV, Waena terjadi di beberapa titik di sepanjang jalan utama, dimulai dari depan jalan masuk gang Jati, Perumnas II Waena sampai di depan asrama Mimika, Perumnas I Waena. Empat gerobak jualan milik para pedagang kali lima yang disimpan di pinggiran jalan ikut dibakar oleh massa. Massa juga membakar kayu dan ban mobil. Selain itu massa juga memalang jalan dengan menghamburkan batu-batu dan botol-botol minuman.

Terpisah, seorang warga di Perumnas II Waena mengaku ia melihat ada sekelompok orang yang mendorong gerobak gorengan yang biasa ditaruh di pinggir jalan ke tengah jalan lalu membakarnya.

“Tidak tahu siapa mereka, tiba-tiba saja ada yang dorong gerobak ke jalan terus dibakar,” kata Simon, warga Perumnas II, Waena, Jayapura ini.

Hal yang sama dikatakan oleh mahasiswa yang menghuni Asrama Mimika, tempat awal terjadinya pembakaran ban yang diikuti dengan penembakan oleh aparat keamanan.

Mahasiswa Asrama Mimika Jadi Korban

Markus Magai, Fransiska Penimet, Peanus Wamang, Mario Dibau, empat mahasiswa yang tinggal di Asrama Mimika kepada Jubi menjelaskan sekitar pukul 10.30 WIT massa aksi KNPB dari arah Universitas Cenderawasih sampai di perempatan dekat asrama mereka. Di perempatan tersebut, polisi telah siap menghadang massa aksi ini.

“Kami lihat aparat keamanan memukul beberapa orang dalam massa aksi. Lalu sempat terjadi ketegangan karena massa aksi tidak terima dengan perlakuan aparat. Saat terjadi ketegangan itu, tiba-tiba sudah ada yang bakar ban,” kata Fransiska.

Lanjutnya, massa aksi kemudian balik kembali ke titik kumpul diangkut oleh truk polisi.

Baca juga KNPB : Kami Tidak Tahu Siapa Yang Bakar-Bakar

Setelah massa aksi diangkut oleh truk polisi, Mario Dibau mengaku melihat seseorang hendak membakar bendera Merah Putih. Namun tindakan orang ini dicegah oleh orang-orang yang masih ada di sekitar lokasi pembakaran ban.

“Masih ada sekelompok orang di dekat pangkalan ojek. Mereka ini kumpul batu dan botol lalu dilempar ke jalan,” kata Mario.

Rupanya, aksi bakar ban terus dilakukan oleh sekelompok orang yang tadi berkumpul di pangkalan ojek hingga jalan masuk Perumnas II Waena. Tak hanya ban, gerobak pedagang makanan di sepanjang jalan utama juga jadi korban pembakaran.

“Polisi yang tadi di arah Uncen, berbalik ke arah asrama kami sambil melepaskan tembakan. Ini yang kami tidak terima. Kami tidak tahu apa-apa, tapi polisi menembak sembarangan hingga mengenai salah satu penghuni asrama kami, Noverina Kiwak,” kata Fransiska dengan nada kesal.

Menurutnya, polisi seharusnya menangkap orang-orang yang lakukan pembakaran, bukannya malah menembak sembarangan yang berakibat ada korban yang tidak tahu menahu apa yang terjadi. Noverina Kiwak sendiri, kata Fransiska, sedang berjalan keluar gerbang asrama saat peluru yang ditembakkan polisi mengenai keningnya.

Markus Magai dan Peanus Wamang mengatakan ada tiga aparat keamanan yang masuk ke dalam asrama dan mendobrak pintu kamar asrama. Tapi tak lama kemudian, ketiganya keluar dari kompleks asrama setelah dipanggil oleh komandannya.

“Kami sendiri mengamankan diri lewat tembok belakang asrama,” kata Magai.

Baca juga Puluhan LSM Jakarta Tuding Negara Berangus Demokrasi di Papua

Keempat mahasiswa ini menegaskan jika para penghuni Asrama Mimika tidak terlibat, baik dalam aksi demonstrasi, maupun aksi pembakaran ban dan gerobak yang terjadi di depan asrama mereka hingga Perumnas II, Waena.

“Karena ini terjadi di depan rumah kami, kami tidak mau jadi pihak yang disalahkan,” kata Fransiska.

Polda Papua Bantah Penembakan

Terpisah, AKBP Patrige Renwarin, juru bicara Polda Papua saat dikonfirmasi tentang penembakan yang terjadi saat aksi demonstrasi di sekitar Asrama Mimika hingga Perumnas II Waena, sehingga mengakibatkan Noverina Kiwak terkena peluru di kepala, Yulinus Murib terkena peluru di paha, dan Elmin Kemon kena peluru di dada, membantah informasi tersebut.

“Tidak benar, itu provokasi,” kata Renwarin kepada Jubi melalui telepon genggamnya.

Renwarin juga membantah adanya penangkapan ratusan orang dalam aksi demo tersebut. Ia mengatakan hanya ada penangkapan dan penahan terhadap enam demonstran.

“Enam demonstran itu sempat diamankan di Polresta Jayapura Kota tetapi sudah dipulangkan,” kata Renwarin. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aksi Demo KNPB Dibajak?