Keluarga Menduga Nambiek Balingga Dibunuh Oknum Brimob

share on:
Ilustrasi
Ilustrasi

Jayapura, Jubi – Keluraga Nambiek Balingga, korban dugaan pembunuhan di Yahukimo, Papua pekan lalu mengklarifikasi penyataan Kabid Huma Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin yang dimuat Koran Jubi Edisi, Jumat (6/8/2016) mengenai kronologis penemuan mayat korban. Pihak keluarga tetap menduga korban dibunuh oknum anggota Brimob yang bertugas di wilayah itu.

Salah satu keluarga korban, W Bagaluk Balingga mengatakan, Nambiek Balingga murni dibunuh oknum anggota Brimob. Bukan lantaran dianiaya.

“Selain itu kejadian bukan di Jalan Sudirman. Tapi jalan Mangkelik Bahabol, poros Lokpon, perempatan jalan Kurima bukan Kurulu-Kurima. Di Kabupaten Yahukimo tidak ada jalan Sudirman. Oknum Brimob membunuh bapak kami dan meninggalkannya di lokasi kejadian. Anenya oknum Brimob yang diduga pelaku mengantar korban ke rumah sakit mengaku mendapati mayat korban yang dibuang,” kata W Bagaluk Balingga via pesan singkatnya yang diterima Jubi, Senin (15/8/2016).

Menurutnya, ketika dilakukan otopsi jenazah korban, tak ada pihak keluarga yang menyaksikan. Ia menyebut ini adalah pelanggaran HAM. Pelaku lanjut dia tak memiliki nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.

“Hanya asal jadi Brimob. Kalau Brimob berada di wilayah hukum, harus mengedepankan tugas pokoknya. Menjalankan tugas dengan kejahatan militeristik berarti pelanggaran HAM berat,” ucapnya.

Katanya, pihak berwajib harusnya mengejar pengemudi mobil milik Bambang Pahabol, yang menabrak truk Brimob hingga terbalik. Bukan melampiaskan kepada korban. Ini merupakan kejahatan.

“Pembunuhn ini murni dari dua oknum Brimob. Bapak kami, Nambik Balingga salah satu pejuang di Yahukimo bersama Bapak Mengkelik Bahabol, Sinduik Bahabol, Seny Balingga. Kami keluarga korban mengutuk keras kedua oknum Brimob. Kami minta Tim Advokasi Komnas HAM dan instansi terkait segera ke Yahukimo,” katanya.

Sebelumnya, kepada Jubi, Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige Renwarin mengatakan, jenazah Nambiek ditemukan anggota Polisi yang melakukan olah TKP di lokasi tabrakan antara mobil Inova warna hitam milik Bambang Pahabol yang dikemudikan Yudin Pahabol dengan truk Brimob yang dikemudikan Bripda Rian bersama seorang rekannya, Bripda Yudha, Kamis (4/8/2016) pagi.

“Hasil pemeriksaan medis di RSUD Dekai, di tubuh korban ditemukan luka sobek akibat benda tumpul di kening. Bagian rahang bawah patah dan tulang rusuk kiri patah. Korban adalah warga Kompleks Pemukiman Anggruk, Dekai. Korban ditemukan petugas yang melakukan olah TKP di lokasi tabrakan mobil Inova warnah hitam dengan truk Dalmas Brimob dihari yang sama,” kata Patrige via teleponnya kepada Jubi, Jumat (5/8/2016).

Menurutnya, pasca penemuan mayat, sedikitnya 200 masyarakat Dekai, Ibukota Kabupaten Yahukimo mendatangi Polres setempat. Massa membawa jenazah Nambiek Balingga (45 tahun). Kedatangan ratusan warga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa dan perempuan itu ke Polres Yahukimo lantaran menduga Nambiek Balingga meninggal akibat dianiayai dua oknum anggota Brimob yang berada di atas truk Brimob ketika terjadi tabrakan.

“Ketika massa datang ke Polres, mereka ditemuai Wakapolres Yahukimo, Kompol Bahar Tusiba, personil Polres Yahukimo serta Brimob BKO Polres Yahukimo. Perwakilan massa meminta Polres menjelaskan kronologis Lakalantas dan ditemukannya mayat korban. Kasat Lantas Polres Yahukimo, M Karim menjelaskan kronologis kejadian Lakalantas hingga olah TKP dan penemuan korban,” katanya.

Namun kata Patrige, massa tetap beranggapan korban dibunuh anggota Brimob yang ada diatas truk yang mengalami kecelakaan sehingga membawa jenazah korban untuk disemayamkan di Mapolres Yahukimo.

“Hingga kini belum ada pembuktian jika korban dibunuh anggota Brimob. Polisi masih melakukan penyelidikan penyebab kematian korban,” ucapnya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Keluarga Menduga Nambiek Balingga Dibunuh Oknum Brimob