Enam Inisiatif Didaftarkan Untuk PIF, Salah Satunya Masalah Papua

share on:
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menerima laporan pelanggaran HAM Papua dari Ketua Asosiasi LSM Kepulauan Pasifik (PIANGO), Emele Duituturaga di Istanbul, Turki, 24 Mei 2016 - IST
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menerima laporan pelanggaran HAM Papua dari Ketua Asosiasi LSM Kepulauan Pasifik (PIANGO), Emele Duituturaga di Istanbul, Turki, 24 Mei 2016 – IST

Jayapura, Jubi – Peningkatan dukungan untuk Papua Barat di wilayah Pasifik adalah hal idela yang perlu dibangun menjelang pertemuan para pemimpin Pasifik di Negara Federasi Mikronesia September mendatang, kata Direktur Pacific Islands Association of NGOs (PIANGO) Emele Duituturaga.

Hal ini disampaikan Duituturaga setelah menyajikan isu Papua Barat kepada Forum Masyarakat Sipil Pasifik di Suva, pekan lalu.

“Pasti ada perubahan di Pasifik tentang masalah ini karena mereka mulai memahami beratnya pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan yang dihadapi oleh orang Papua Barat dan sejarah kolonial,” tulis Duituturaga kepada Jubi, Selasa (16/8/2016) melalui surat elektronik.

Kata Duituturuga, Forum CSO Pasifik mendengar masalah Papua Barat yang diangkat dalam konsultasi nasional dan apa yang telah digemakan oleh CSO lainnya selama ini. Ia menambahkan ada dukungan luas dari mitra CSO di Pasifik untuk menjadikan masalah Papua sebagai masalah prioritas regional.

“Jadi ini membesarkan hati kami setelah melihat Papua Barat berada dalam daftar inisiatif untuk pertimbangan para pemimpin dalam ringkasan rekomendasi yang disusun oleh Forum Spesialis Sub-Komite Regonal,” kata Duituturaga.

Papua Barat adalah salah satu dari enam inisiatif yang terdaftar untuk pertimbangan para pemimpin dan telah kembali ditegaskan oleh pertemuan Menteri Luar Negeri sebagai salah satu agenda bagi para pemimpin untuk dipertimbangkan pada pertemuan September.

“Koalisi Pasific untuk Papua Barat didirikan oleh Perdana Menteri Kepulauan, Manasye Sogovare setelah pertemuan Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk memperluas jaringan advokasi isu Papua Barat dari dalam blok Melanesia ke wilayah Pasifik untuk melobi dukungan agar masalah ini mendapatkan intervensi PBB,” kata Duituturaga lagi.

Ditambahkannya, para pemimpin Polynesia juga mulai aktif berkampanye dan melakukan lobi melalui inisiatif Perdana Menteri Tonga yang memobilisasi dukungan setelah pertemuan di Tahiti di mana mereka membahas masalah Papua Barat.

Duituturaga mengatakan masyarakat sipil di Pasifik berharap untuk melihat Papua Barat berada dalam agenda Forum Pemimpin Pasifik bulan depan.

PIANGO akan menyelenggarakan CSO Roundtable di Pohnpei sebelum pertemuan pemimpin, di mana isu Papua Barat akan dibahas sebagai bagian dari agenda besar proses dekolonisasi dan penentuan nasib sendiri di Pasifik. (*)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Enam Inisiatif Didaftarkan Untuk PIF, Salah Satunya Masalah Papua