Ketua PGRI: Tak Diperkenankan Orang Tua Murid Menindak Guru

share on:
Ketua PGRI Kota Jayapura, Robert J. Betaubun – Jubi/blogspot.com
Ketua PGRI Kota Jayapura, Robert J. Betaubun – Jubi/blogspot.com

Jayapura Jubi- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Jayapura Robert Betaubun menegaskan, tidak diperkenankan orang tua murid menindak guru yang mereka anggap melakukan kesalahan.

“Sebab seorang guru yang mengajar di sekolah sedang menjalankan tugas-tugas keprofesiannya, jika ada guru yang melakukan kesalahan ada dewan kehormatan guru yang akan menanganinya karena guru terikat dengan kode etik,” katanya kepada Jubi, Selasa (16/8/2016).

Jika orang tua murid atau masyarakat menilai ada guru yang tindakannya tidak sepatutnya dilakukan seorang guru, bisa mengadukan kejadian tersebut. Nanti guru bersangkutan akan diproses di dewan kehormatan.

Namun jika dia melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum, maka ia mempersilakan diproses secara hukum.

“Kami tidak bisa menolerir jika ada pihak yang melakukan kekerasan terhadap guru di lingkungan sekolah, sebagai aparatur sipil negara, guru sedang melaksanakan tugas, jadi negara wajib melindunginya,” katanya.

Jika ada kekerasan terhadap guru, katanya, PGRI siap memberikan bantuan hukum kepada guru bersangkutan.

“Sangat disayangkan jika ada guru yang dipukul saat menjalankan tugas, kalau ada yang kedapatan itu langsung  kemanan bertindak, kita akan pemproses secara hukum, namun sementara ini hal seperti itu tidak ada,” tegasnya.

PGRI, katanya, akan melakukan advokasi kepada guru yang benar-benar diintimidasi secara fisik. Ia mengatakan, di Kota Jayapura pada 2013 pihaknya pernah mengeluarkan seorang guru karena ditahan polisi.

“Guru juga manusia, karena itu jika ada masalah menyangkut guru, orang tua jangan main hakim sendiri, tapi kembalikan ke Dewan Kehormatan PGRI,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura I Wayan Mudiasya mengatakan, jika ada persoalan orang tua dengan guru harus diselesaikan di lingkungan sekolah.

“Karena masalahnya di sekolah, jangan diselesaikan di luar sekolah, karena hukumnya berbeda,” katanya. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ketua PGRI:  Tak Diperkenankan Orang Tua Murid Menindak Guru