47 Jenis Tanaman untuk Kurangi Resiko Longsor

share on:
Ilustrasi tanaman pencegah longsor yang dapat menghambat laju aliran air permukaan langsung ke arah bawah - IST
Ilustrasi tanaman pencegah longsor yang dapat menghambat laju aliran air permukaan langsung ke arah bawah – IST

Solo, Jubi – Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS (BP2TPDAS) Surakarta merekomendasikan 47 jenis tanaman untuk mengurangi risiko longsor yang layak dikembangkan masyarakat, karena tak saja berfungsi mencegah bencana tetapi juga bernilai ekonomis.

Sebanyak 47 jenis tanaman layak dibudidayakan di lokasi rawan longsor tersebut, tetapi tidak semua jenis tanaman itu bisa tumbuh pada lahan di sini, kata Peneliti BP2TPDAS Surakarta, Heru Dwi Riyanto, di Solo, Kamis (18/8/2016).

Ia mengatakan salah satu indikator penentu keberhasilan mitigasi vegetatif adalah penentuan ketinggian lahan. Lahan yang dikategorikan sebagai zona C (berketinggian 0-500 mdpl), misalnya, dapat menggunakan tanaman Sukun, Mimba ataupun Jati.

Dikatakan untuk jenis Damar cocok dikembangkan di zona B1 (500-1.000 mdpl), Kayu Manis dan Waru Gunung bisa ditanam di zona B2 (1.000-1.500 mdpl). Khusus zona B3 (1.500-2.000 mdpl) bisa ditanami Aren, Kayu Manis, Cengkeh dan Alpukat. Adapun Pinus dan Alpukat cocok dikembangkan di zona A (lebih dari 2.000 mdpl).

Tanaman-tanaman alternatif pencegah longsor itu bisa dikembangkan masyarakat lantaran memiliki nilai ekonomi. “Baik buah maupun pohonnya bisa dijualbelikan. Sehingga tidak rugi jika masyarakat ikut menanamnya,” katanya.

BP2TPDAS juga sudah mengembangkan sejumlah tanaman tersebut, usai longsor melanda wilayah Kabupaten Banjarnegara pada 2009. “Ternyata di lahan yang ditanami vegetasi itu tidak longsor. Justru tanah yang mengalami longsor adalah lahan di sebelahnya,” kata Heru.

Ia mengatakan tanaman-tanaman tersebut hanya efektif mencegah longsong jika ditanam di kedalaman kurang dari lima meter. “Sebab jika longsor dipicu oleh pergerakan tanah sedalam lebih dari lima meter, faktor geologis-lah yang lebih berpengaruh,” katanya.

Agus Wuryanta, yang juga peneliti BP2TPDAS, menambahkan beberapa vegetasi yang direkomendasikan itu juga sudah diujicobakan di DAS Samin. “Pemilihan jenis tanaman yang tepat sesuai ketinggian lahan, bisa mengurangi beban tanah akibat penanaman vegetasi yang justru tidak mampu menahan air secara optimal,” katanya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  47 Jenis Tanaman untuk Kurangi Resiko Longsor