Kopi Rakyat Ajak Konsumsi Produksi Ibu Pertiwi

share on:
Tren kopi di Indonesia menjadi peluang bisnis menjanjikan, ilustrasi / IST
Tren kopi di Indonesia menjadi peluang bisnis menjanjikan, ilustrasi / IST

Manado, Jubi – Kopi Rakyat mengajak masyarakat lebih menghargai produksi kopi Indonesia sendiri karena tidak kalah kualitasnya.

“Rakyat Indonesia harus mulai menghargai kopi Indonesia, karena kualitas kopi Indonesia itu sudah diakui dunia internasional,” kata Direktur Utama PT Karya Rakyat Makmur, perusahaan dibalik Kopi Rakyat Yohanes Mangitung dalam siaran persnya di Manado, Kamis (18/8/2016).

Yohanis mengatakan sudah saatnya rakyat Indonesia membangun mental Merdeka dengan mengkonsumsi apa yang dihasilkan Ibu Pertiwi.

Agar hasil para petani Indonesia juga dapat lebih dihargai di pasar global, tentunya pasar lokal harus terlebih dahulu menghargai komoditas negaranya sendiri, ujarnya.

“Kami ingin membangun rasa bangga rakyat Indonesia maupun dunia internasional dalam mengkonsumsi kopi Indonesia, sama seperti Kopi Rakyat yang dibangun dari rasa bangga anak bangsa akan Kopi Indonesia,” kata Yohanes.

Kopi adalah minuman penting untuk sebagian besar masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Istilah “ngopi” saat ini telah menjadi kosakata khas anak muda, sama seperti minum kopi yang telah menjadi bagian kuat dari gaya hidup masyarakat urban.

Tren minum kopi dapat dilihat dari preferensi konsumen yang mulai beralih dari tempat nongkrong yang memiliki wifi, kini mulai lebih spesifik dengan mencari tempat ngopi dengan pilihan biji kopi negara tertentu, aroma kopi yang khas hingga barista yang memiliki seduhan yang pas.

Meningkatnya kesadaran konsumen untuk minum kopi juga dapat dilihat dari menjamurnya coffee shop yang jarang sepi pengunjung.

Tren tersebut lah yang ditanggapi Kopi Rakyat, brand penyedia biji kopi Indonesia yang berkeinginan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar mengonsumsi kopi negaranya sendiri.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kopi Rakyat Ajak Konsumsi Produksi Ibu Pertiwi