Pemuda Kimyal Pilih Jadi Dosen untuk Melahirkan Perawat Yahukimo

share on:
Tomi Sub, dosen Konsep Dasar Keperawatan di STIKES "Orin Kidd" di Dekai, Yahukimo. - Jubi/Yuliana Lantipo
Tomi Sub, dosen Konsep Dasar Keperawatan di STIKES “Orin Kidd” di Dekai, Yahukimo. – Jubi/Yuliana Lantipo

Jayapura, Jubi – Kesal melihat ulah paramedis di Yahukimo, Tomi Sub, pemuda asal Kimyal, sebuah suku di Yahukimo, memilih menjadi dosen dibidang keperawatan. Ia berharap bisa melahirkan paramedis yang mengabdi dalam pelayanan bagi warganya.

Tomi mengaku kecewa atas pengalamannya beberapa kali menyaksikan antrian panjang para pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai dan menemui ada kekurangan paramedis.

“Saya sangat kecewa karena dokternya lari-lari, perawat juga lari-lari.  Waktu saat bupati ada mereka juga ikut bupati turun dari Jayapura ke Yahukimo. Kalau bupatinya sudah berangkat (keluar daerah), wakilnya juga sudah berangkat, mereka ikut berangkat,” ungkap Tomi kepada Jubi di Dekai, Kamis (11/8/2016).

Tomi memilih menjadi pengajar dibidang keperawatan demi mewujudkan mimpinya yakni melahirkan banyak dokter dan perawat orang asli Yahukimo.

Bukan hanya untuk dapat gelar sebagai prasyarat dalam dunia medis, tapi “bisa layani saya punya masyarakat dengan sungguh-sungguh,” katanya kepada Jubi di Dekai, pekan lalu.

Saat ini, Tomi berprofesi sebagai seorang dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) “Orin Kidd” di Dekai, Yahukimo. Sekolah ini dibuka pada 2013 dan mulai proses perkuliahan pada 2015. “Saya mengajar Konsep Dasar Keperawatan,” akunya, yang memiliki 78 siswa di angkatan pertama itu.

Tomi mengatakan keinginan untuk menjadai perawat sudah lama diimpikannya. Bahkan sejak duduk dibangku sekolah dasar di kampungnya. Hingga selulusnya dari SMA, ia memilih belajar pada jurusan keperawatan di Manado, Sulawesi Utara.

Awalnya, Tomi melamar kerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yahukimo, di Dekai, sepulangnya dari kota studinya. Ia belajar tentang keperawatan selama lima tahun. Namun, pilihannya seketika berubah tatkala melihat banyak masyarakatnya yang terlantar di rumah sakit.

“Sebenarnya saya suka kerja di rumah sakit. Tapi pengalaman yang saya lihat di Yahukimo sangat susah dapat perawat, makanya saya tertarik untuk menjadi dosen,” ujar Tomi.

“Saya tertarik menjadi dosen karena kondisi memprihatinkan sekali. Contohnya di rumah sakit di sini, dokternya belum ada, jadi perawat saja yang layani. Kita punya orang ini biasa keliru, panggil perawat itu dokter juga,” kisanya.

Tomi melihat kondisi seperti itu sebagai masalah yang harus dipecahkan, meski perlahan namun bisa terwujud. “Masalahnya disitu sehingga kami usahakan membuka kampus ini supaya kami bisa melahirkan banyak perawat dari STIKES,” lanjutnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemuda Kimyal Pilih Jadi Dosen untuk Melahirkan Perawat Yahukimo