Pencegahan Penyakit Endemis Butuh Kerjasama Semua Pihak

share on:
Bagan pencegahan penyakit Filariasis atau Kaki Gajah – Jubi/Dok.
Bagan pencegahan penyakit Filariasis atau Kaki Gajah – Jubi/Dok.

Jayapura, Jubi – Mengeliminasi penyakit-penyakit terabaikan seperti malaria, filariasis (kaki gajah), demam berdarah, dan kolera bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi juga masyarakat. Sebab penyakit-penyakit tersebut telah menjadi masalah sosial kemasyarakatan yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai kepada Jubi di Jayapura, Kamis (18/8/2016) terkait penanganan penyakit endemis yang saat ini masih tinggi di provinsi paling timur tersebut.

“Tim sekarang ini betul-betul digenjot untuk menanggulangi penyakit-penyakit terabaikan tersebut, saya pikir target eliminasi penyakit malaria di tahun ini sudah turun,” katanya.

Dikatakan, malaria dan filariasis berawal dari nyamuk. Kaki Gajah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Filaria wuchereria bancrofti, Brugia malayi, atau Brugia timori yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan sama halnya dengan malaria.

“Untuk penanganannya, seluruh lapisan masyarakat di Papua harus menjaga lingkungannya tetap bersih sehingga tidak ada kesempatan jentik-jentik nyamuk untuk berkembang,” katanya.

Malaria akan menyebabkan anemia pada anak usia sekolah dan akan mempengaruhi kemampuannya mengikuti pelajaran. Kecerdasan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia pasien akan menurun.

Sedangkan untuk penyakit kaki gajah, kata Giyai, jika seorang terkena penyakit ini dan tidak mendapatkan pengobatan sedini mungkin, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, buah dada, dan alat kelamin, baik perempuan maupun laki-laki.

“Jadi penyakit ini tidak mengenal kelompok umur, siapapun bisa terserang, dan di Papua banyak nyamuk yang menyebabkan dua penyakit tersebut, kondisi ini jelas mengharuskan kita mempunyai cara pengendalian yang lebih spesifik,” ujarnya.

Warga Kota Jayapura, Fidel Mayor mengeritik petugas kesehatan yang melakukan fooging (pengasapan) pencegahan nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah atau demam dengue.

“Kebanyakan petugas melakukan fooging kalau sudah ada kasusnya, seharusnya pencegahan itu dilakukan sebelum ada kasus, misalnya memasuki bulan-bulan musim hujan, pihak petugas kesehatan sudah melakukan fooging di daerah-daerah yang sudah dipetakan akan adanya kasus tersebut, jadi jangan kalau sudah ada pasien baru dilakukan fooging, itu bukan pencegahan namanya,” katanya. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pencegahan Penyakit Endemis Butuh Kerjasama Semua Pihak