Tuntutan Belum Dipenuhi, Pembangunan Jalan Enarotali-Sugapa Terhambat

share on:
Legislator Papua, Decky Nawipa - Jubi/Arjuna
Legislator Papua, Decky Nawipa – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur, Decky Nawipa menyatakan, terhambatnya pembangunan jalan trans Enarotali, Paniai ke Sugapa, Intan Jaya lantaran kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jalan itu belum memenuhi tuntutan masyarakat adat setempat.

Legislator dari daerah pemilihan Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Nabire dan Mimika itu mengatakan, kontraktor belum menyelesaikan tuntutan masyarakat untuk memberikan ganti rugi material yang diambil guna pembangunan jalan trans tersebut. Masyarakat menuntut ganti rugi material kurang lebih Rp 1,5 miliar.

“Masyarakat tak menuntut pembayaran hak ulayat, tapi pembayaran ganti rugi material. Itu sudah diatur dalam aturan. Mestinya dibayarkan. Jangan asal bayar kepada satu dua orang tanpa bicara dengan masyarakat adat setempat,” kata Decky kepada Jubi, Kamis (18/8/2016).

Menurutnya, hal itu juga merupakan aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan kepada pihaknya. Untuk itu, ia mengingatkan kontraktor harus segera menuntaskan pembayar ganti rugi material agar pembangunan jalan itu segera rampung.

“Ketika kami ke Paniai, kami sepakat dengan masyarakat agar perusahaan membayar ganti rugi material. Kalau mau dilanjutkan dalam anggaran 2017 selesaikan masalah ini dulu. Masyarakat tak mempermasalahkan hak ulayat karena mereka paham kalau ini untuk kepentingan umum. Hanya mereka ingin ada ganti rugi material yang dipakai untuk pembangunan jalan,” ucapnya.

Sementara anggota Komisi IV lainnya yang juga berasal dari daerah pemilihan yang sama, Thomas Sondegau mengatakan, jalan trans Sugapa, Intan Jaya-Enarotali, Paniai sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga kini pengerjaannya belum juga tuntas.

“Ini dananya dari APBD kabupaten dan provinsi. Ada beberapa pembangunan jalan yang kami dorong anggarannya dari provinsi. Misalnya dari Paniai- Intan Jaya. Timika-Deiyai. Namun jalan Intan Jaya-Paniai hingga kini belum selesai,” kata Thomas.

Katanya, jika jalan Intan Jaya-Paniai sudah rampung dikerjakan, akan membuka akses ke wilayah itu. Tentu akan meringankan masyarakat Intan Jaya dalam hal transportasi. Selama ini masyarakat Intan Jaya hanya bisa menggunakan pesawat.

“Kalau jalan Intan Jaya-Paniai sudah tembus, masyarakat bisa menggunakan jalan darat. Tentu biayanya lebih murah dibanding menggunakan pesawat,” ucapnya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tuntutan Belum Dipenuhi, Pembangunan Jalan Enarotali-Sugapa Terhambat