Warga Bojonegoro Demo Tuntut Tanggung Jawab ExxonMobil

share on:
Flaring migas di Banyuurip - bangsaonline.com
Flaring migas di Banyuurip – bangsaonline.com

Bojonegoro, Jubi – Ratusan warga Desa Mojodelik Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berdemontrasi menuntut tanggung jawab ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) karena masih melakukan pembakaran gas “flare” di lapangan minyak Banyuurip Blok Cepu, Kamis (18/8/2016).

“EMCL harus bertanggung jawab atas panas yang masih terjadi akibat pembakaran gas ‘flare’ minyak Blok Cepu,” kata Mustofa, Koordinator Demo dari Aliansi Masyarakat Penduli Panas Flare asal Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, di depan gedung DPRD setempat.

Selain itu, katanya, EMCL juga harus bertanggung jawab atas memburuknya hasil panen warga di sekitar lapangan minyak akibat pembakaran gas “flare” dan kebisingan atas suara mesin yang beroperasi di lapangan minyak Blok Cepu di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam.

“Masyarakat juga mendesak pemerintah kabupaten (pemkab) meninjau ulang analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) pembakaran gas flare Blok Cepu,” tegasnya.

Ketua DPRD Bojonegoro, Mitro’tin, yang menerima pendemo di depan gedung DPRD, menyatakan sangat mendukung berbagai tuntutan warga.

“Sekarang juga saya siap membubuhkan tanda tangan untuk mendukung tuntutan warga,” ujarnya.

Usai demo di depan gedung DPRD, para pendemo yang datang dengan kendaraan truk menuju ke kantor pemkab untuk melanjutkan aspirasinya.

Dalam aksinya itu para pendemo mengenakan tali rafia warna biru di pergelangan tangan kirinya.

Dari keterangan yang diperoleh, batas akhir izin pembakaran gas “flare” di lapangan Banyuurip Blok Cepu di Kecamatan Gayam yang dikeluarkan Menteri Lingkungan Hidup sudah berakhir Juni.

Dari hasil perhitungan yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) pemkab pembakaran gas “flare” yang masih terjadi di dua lokasi itu lebih dari 14 juta standar kaki kubik per hari, dari ketentuan 50 juta standar kaki kubik per hari.

Field Public and Goverment Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, sebelumnya menyatakan EMCL masih melakukan pembakaran gas “flare” sumur minyak Blok Cepu tidak lebih 10 juta standar kaki kubik (MMSCFD) per hari karena masih uji coba peralatan.

“Pembakaran gas flare sumur minyak di lapangan Banyuurip Blok Cepu masih berjalan karena masih ada uji coba peralatan,” ujarnya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Bojonegoro Demo Tuntut Tanggung Jawab ExxonMobil