Bawa Sabu-Sabu 150 Gram, Seorang IRT dan Guru Ditangkap

share on:
Kapolres Asmat, AKBP Abdula Asis saat bersama Bupati Asmat, Elysa Kambu. Jubi/Frans L Kobun
Kapolres Asmat, AKBP Abdula Asis saat bersama Bupati Asmat, Elysa Kambu. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Satuan Reserse Kriminal (Sastreskrim) Polres Asmat menangkap TL (26), seorang ibu rumah tangga serta F (29), Guru Sekolah Dasar (SD) Agatz, lantaran membawa sabu seberat 150 gram. Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Kini TL telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan F masih sebagai saksi.

Kapolres Asmat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Asis yang dihubungi wartawan melalui telpon seluler Jumat (19/8/2016) menjelaskan, keduanya ditangkap pada 18 Agustus 2016 di rumah kosnya masing-masing di Agatz. “Kita menangkap keduanya, setelah tiga hari melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Kapolres, target penangkapan tertuju kepada penerima barang atas nama AN yang lolos dari penyergapan. “Awalnya anggota saya mendapatkan informasi jika paket sabu-sabu adalah 1 kilogram. Namun setelah dilakukan penggeledahan, hanya seberat 150 gram. Kini AN masih buron dan belum diketahui keberadaannya,” ungkap Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan terhadap dua orang itu, lanjut Kapolres, paket dikirim dengan kapal dari Makassar tujuan Timika. Selanjutnya dititipkan untuk dikirim lagi ke Asmat. Paket dimaksud disisipkan dalam pakaian.

Ditambahkan, peredaran narkoba di Asmat, diduga ada sindikat. Sehingga sedang dilakukan pengembangan penyelidikan oleh kepolisian setempat.

Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang yang ditangkap sekaligus mengembangkan lebih lanjut, karena bisa saja mereka ada jaringan di Makassar yang dibangun selama ini,” tegasnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bawa Sabu-Sabu 150 Gram, Seorang IRT dan Guru Ditangkap