Koran Jubi Masuk Kampung, Masyarakat Senang

share on:

Mama-Mama Papua di distrik Genyem menunjukkan koran Jubi di sele-sela menjual hasil kebunnya di pasar Genyem - Jubi/Hengky Yeimo
Mama-Mama Papua di distrik Genyem menunjukkan koran Jubi di sele-sela menjual hasil kebunnya di pasar Genyem – Jubi/Hengky Yeimo
Jayapura, Jubi – Perumnas Dua, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Sabtu pagi, 20 Agustus 2016 mendung. Tapi hujan enggan turun.

Kontan kru Jubi menyusun agenda akhir pekan. Hitung-hitung agenda bermanfaat bagi publik dan masyarakat pinggiran Jayapura.

“Kita ke Distrik Nimboran dan Genyem. Bawa koran ke masyarakat,” kata Kepala Percetakan Koran Jubi, Herry Mambor.

“Ayoo, meluncur,” lanjut staf percetakan, Anggi Sagita.

Waktu terus berjalan, hingga pukul 10.00 pagi, kru bersiap-siap ke salah satu distrik di pedalaman Kabupaten Jayapura itu. Tim satu mobil pun melaju. Berpacu dengan cuaca dan langit Jayapura yang mendung, melewati pinggiran Danau Sentani.

Tim Jubi berniat membagikan koran Jubi secara gratis kepada masyarakat.

Perjalanan selama kira-kira satu jam, melewati Kampung Doyo Baru, Doyo Lama, Distrik Kemtuk, dari markas Jubi di Perumnas Dua terbayar sudah. Tibalah di Distrik Nimborang sekitar pukul 12.00 waktu Papua, dengan sambutan yang khas dan ramah warga setempat.

Ternyata warga menanti kedatangan kru Jubi—yang seharusnya mereka berada di rumahnya. Namun oleh karena rasa ingin tahu dan kehausan akan informasi seputar tanah Papua, masyarakat menanti kami.

Sesuai kesepakatan sebelumnya koran Jubi pun diantarkan kepada warga, baik di kampung, maupun di pasar Genyem.

“Anak, ada koran kah? Bawa kasi naik dulu,” kata warga Genyem, Wilhelmus Hembring, menyambut tim Jubi.

“Ini ada koran, Bapa,” jawab Herry.

Koran pun langsung diturunkan dari mobil Jubi. Sedikitnya 100 eksemplar koran dibagikan kepada warga. Pekan lalu pun koran dibagikan kepada warga sebanyak 100 eksemplar di kawasan tersebut.

Anggi, Dickri, Leo, Herry dan Bili pun langsung membagikan koran kepada mama-mama, bapak, dan anak-anak di Genyem, di sekitar areal pasar.
Mereka langsung membaca. Sesekali mengeryitkan jidat. Sesekali tersenyum sambil melanjutkan baca.

Ratusan warga, baik anak-anak, maupun orangtua di sekitar pasar Genyem pun membaca.

“Ini seperti perpusatakaan. Pasar jadi perpusatakaan,” kata seorang warga, yang sebelumnya berjualaan di pasar.

Mereka pun membaca sampai selesai. Lalu pulang dengan mengantongi koran Jubi.

“Sepertinya Jubi di hati,” kata seorang anak, yang malu memberitahukan namanya kepada Jubi.

Ketua Pemuda Pancasila Distrik Nimborang Jefry Warisu mengatakan warga sangat antusias jika koran Jubi bisa masuk hingga ke kampung-kampung. Dengan itu mereka mendapatkan informasi yang baik dan benar serta sesuai fakta yang terjadi di tanah Papua. Dari segala aspek.

“Saya berharap agar Jubi bisa masuk ke Nimborang agar bisa meliput peristiwa-peristiwa yang terjadi, agar di ketahui publik, khusunya pemerintah daerah,” kata Jefry berharap.

Noak Yapsenang (kiri), warga Genyem ketika menerima koran Jubi - Jubi/Hengky Yeimo
Noak Yapsenang (kiri), warga Genyem ketika menerima koran Jubi – Jubi/Hengky Yeimo

Menurut Jefry banyak sekali masalah yang dilami masyarakat yang belum diketahui publik, apalagi pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan.

“Dengan hadirnya Jubi sangat membantu kami dalam mengetahui peristiwa yang terjadi di Tanah Papua khusunya Kabupaten Jayapura,” katanya.

Mama Beatriks, warga Kampung Genyem menilai koran Jubi ini berbeda dengan koran lain.

“Koran ini berpihak kepada orang Papua dan masyarakat kecil,” kata Mama Beatriks.

Ia pun berharap Jubi juga bisa menjangkau kampung-kampung lainnya di Kabupaten Jayapura, terutama Nimboran. Dengan itu, masyarakat mengetahui dan mendapatkan informasi yang berkhawalitas, berimban, baik dan benar.

Pemimpin Redaksi Koran Jubi dan tabloidjubi.com, Dominggus A. Mampioper mengatakan dengan masuknya Jubi hingga ke kampung-kampung, paling tidak, pihaknya turut membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang berkhawalitas dan memihak kepada masyarakat.

Ia juga mengharapkan agar staf redaksi dan keluarga besar Jubi dapat memahami keinginan masyarakat Papua, terutama dalam mendapatkan informasi yang baik dan benar, berimbang dan memberikan solusi bagi tiap masalah. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Koran Jubi Masuk Kampung, Masyarakat Senang