Momis Kecewa pada Kebijakan O’Neill

share on:

PNG, Jubi – Pemerintah Daerah Bougainville marah atas pernyataan Perdana Menteri PNG yang menyatakan bahwa dia telah mengalihkan jatah saham dari Rio Tinto kepada pemilik lahan di tingkat provinvi. 

John Momis/radionz.co.nz
John Momis/radionz.co.nz

Jatah saham yang dimaksud adalah saham di Bougainville Copper Ltd yang mengoperasikan bekas lahan tambang Panguna di wilayah otonom Bougainville.

Perdana Menteri Peter O’Neill menyampaikan kepada parlemen bahwa dia tidak berniat memberikan jatah sahamnya kepada pemerintah daerah otonom Bougainville (ABG).

Sementara ABG menghendaki agar pemerintah PNG memberikan jatah sahamnya kepada mereka berikut akses terhadap data-data penelitian tambang di perusahaan tersebut.

Presiden Bougainville John Momis bahwa masa depan Panguna adalah isu paling sensitif di Bougainville.

Ia menyebut pernyataan O’Neill merupakan sebuah tindakan campur tangan dalam proses perdamaian dan tidak akan membantu para pemilik lahan.

Momis menggambarkan sengketa lahan berkepanjangan antara pemerintah PNG dan Bougainville menunjukkan bahwa sikap O’Neill tidak lain adalah sikap kolonialis yang memperlakukan manusia secara tidak manusiawi.

“Kami adalah unsur paling diakui”, katanya.

Kesepakatan damai Bougainville telah memberdayakan rakyat Bougainville dan itu adalah satu alas an Bougainville diberikan hak otonomi untuk mengatasi masalahnya sendiri.

Saat ini Momis sedang meminta pertemuan dengan Pemerintah PNG.

Ia mengatakan, kebijakan alternatif yang akan ditempuh ABG adalah membatalkan izin eksplorasi BCL di bawah Undang-Undang Pertambangan Bougainville.

Momis juga mengatakan mengingat hal ini (eksplorasi) adalah satu-satunya aset besar perusahaan, maka seluruh saham BCL tidak akan berharga. Dan itu termasuk 19, 2 persen ekuitas yang dimiliki pemerintahan PNG di dalam perusahaan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, bahwa pemerintahan PNG akan membagikan jatah saham yang diberikan perusahaan tambang Rio Tinto kepada masyarakat Bougainville yang selama ini kebagian lahan rusak akibat aktivitas pertambangan. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Momis Kecewa pada Kebijakan O’Neill