Raja Ampat Nikmati Listrik Setelah Sepuluh Tahun Menunggu

share on:

Peluncuran dan MoU PT PLN Raja Ampat – Jubi/Niko
Peluncuran dan MoU PT PLN Raja Ampat – Jubi/Niko
Waisai, Jubi – Warga Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat kini bisa menikmati listrik setelah menunggu selama hampir sepuluh tahun.

Sebelumnya sistem pengoperasian listrik di kabupaten itu ditangani BUMD dan pihak swasta. Namun kini dialihkan dan dikelola oleh PLN. Pengalihan itu disepakati dalam MoU dan launching “Raja Ampat Terang” pada peringatan HUT ke-71 kemerdekaan RI 2016 di lapangan apel Waisai Torang Cinta (WTC), Sabtu (20/8/2016).

Selain peluncuran program kelistrikan “Raja Ampat Terang”, PT. PLN Persero Maluku – Papua juga meresmikan pengeoperasian jam operasi kantor PLN di Distrik Saonek selam 24 jam dari sebelumnya yang hanya 12 jam.

Pihak PLN pun menyiapkan sejumlah mesin terbaik untuk membantu sistem pelistrikan di kabupaten wisata alam bahari tersebut.
General Manager PT. PLN Persero wilayah Papua – Maluku, Yohanes Sukrilismono mengatakan, pengeoperasian listrik di Raja Ampat oleh PLN dalam program

“Raja Ampat Terang” untuk meningkatkan pelayananannya.
Dengan kehadiran PLN dalam program “Papua Terang 2002” dan “Raja Ampat Terang” ini, diharapkan dapat menerangi seluruh wilayah Raja Ampat hingga tahun 2020.

“Selain Raja Ampat kita juga sementara membangun pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, Kabupaten Teluk Wondama dan Pegunungan Arfak Papua Barat,” katanya.

Ia mengakui sangat berat untuk berbisnis listrik dan dikelola pemerintah. Pasalnya anggaran yang dikeluarkan yang bersumber dari APBD daerah sangat besar. Ini disebutnya memberatkan pemerintah daerah.

“Bisnis listrik kalau dikelola daerah itu berat, harus kompeten,” katanya.

Ia mengakui saat ini PT PLN (Persero) sedang menjalankan program Papua Terang. Dalam program tersebut ada empat program yang akan dilaksanakan, yaitu: daerah ibu kota kabupaten yang akan dialiri aliran listrik, program lisdes (listrik pedesaan), jam malam yang mana banyak konsumen yang hanya dialiri listrik untuk beberapa jam saja, dan listrik untuk pulau terluar Raja Ampat.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengaku senang dengan terobosan PT PLN. Dengan demikian krisis listrik selama 13 tahun dapat teratasi dan dapat mengembangkan sektor industri dan bisnis bagi investor yang akan menanamkan sahamnya di Kabupaten Raja Ampat. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Raja Ampat Nikmati Listrik Setelah Sepuluh Tahun Menunggu