1.800 Orang Tewas Di Tangan Duterte

share on:

Manila, Jubi – Sejak Rodrigo Duterte menjabat sebagai Presiden Filipina pada Mei lalu, jumlah pembunuhan terkait narkoba mencapai sekitar 1.800 orang. Duterte bergeming terhadap kecaman berbagai pihak termasuk PBB terkait kebijakannya itu.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte/ rodrigo-duterte.com
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte/ rodrigo-duterte.com

Hingga Minggu, jumlah pengedar narkoba yang tewas dalam tujuh minggu tercatat sekitar 900 orang.

Namun pada Senin, Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Ronald Dela Rosa mengatakan dalam Komite Senat yang menyelidiki pembunuhan di luar hukum itu bahwa sebanyak 712 orang pengedar dan pengguna narkoba tewas dalam operasi polisi.

Pihak kepolisian juga menyelidiki 1.067 pembunuhan terkait narkoba lainnya yang tidak dilakukan pihak kepolisian.
Dalam sebuah konferensi pers pada Minggu (20/8/2016) tengah malam, Duterte mengatakan bahwa Filipina kemungkinan akan keluar dari PBB dan mengundang Tiongkok serta negara lainnya untuk membentuk sebuah forum global baru, dan menuduh PBB gagal melaksanakan mandatnya.

Namun Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay, mengatakan pada Senin bahwa Filipina akan tetap menjadi negara anggota PBB dan menjelaskan komentar presiden itu sebagai sebuah pernyataan “kekecewaan dan frustrasi”.

Yasay mengatakan bahwa Duterte telah berjanji menjunjung tinggi HAM dalam pemberantasan narkoba dan telah memerintahkan kepolisian menyelidiki dan mendakwa para pelanggar hukum.

Dia menuding para kritikus kebijakan presiden terlalu cepat melapor kepada PBB. “Terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kami melanggar hak asasi rakyat,” ujarnya.

Salah seorang kritikus presiden terkait kebijakan itu adalah Senator Leila De Lima. Senator perempuan ini memulai penyelidikan kongres selama dua hari terkait pembunuhan itu.

Dia menanyakan kepada para petinggi kepolisian dan pejabat tinggi anti-narkoba untuk menjelaskan kenaikan angka pembunuhan yang besar itu. (*)

 

 

 

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  1.800 Orang Tewas Di Tangan Duterte