Juli 2016, Ekspor-Impor Papua Menurun

share on:
Gubernur Papua Lukas Enembe Didampingi Pimpinan Pelindo Jayapura Mengecek Kayu Olahan Yang Akan Diekspor ke Tiongkok Melalui Pelabuhan Laut Jayapura - Jubi/Alex
Gubernur Papua Lukas Enembe Didampingi Pimpinan Pelindo Jayapura Mengecek Kayu Olahan Yang Akan Diekspor ke Tiongkok Melalui Pelabuhan Laut Jayapura – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi- Nilai total ekspor dan impor Provinsi Papua pada Juli 2016 menunjukkan penurunan. Ekspor Papua pada Juli 2016 mencapai US$101,15 juta atau mengalami penurunan sebesar 45,46 persen dibanding ekspor Juni 2016 sebesar US$185,47 juta.

Sedangkan impor juga turun pada Juli 2016 mencapai US$47,80 juta atau menurun 43,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya US$85,28 juta.

“Ekspor dan impor turun karena pada Juli ada lebaran, sehingga tidak full 30 hari terjadi aktivitas bongkar muat untuk ekspor-impor di seluruh Indonesia,” kata Kepala BPS Papua JB Priyono dalam berita resmi statistik yang dikirimkan ke Jubi, Senin (21/8/2016).

JB Priyono mengemukakan, penurunan ekspor Papua terbesar terjadi pada golongan Nonmigas lainnya sebesar US$0,11 juta (81,37 persen), diikuti ekspor Kayu & Barang dari Kaydaalu (HS44) sebesar US$6,42 juta (59,88 persen), dan ekspor Bijih Tembaga & Konsentrat (HS26) sebesar US$77,79 juta (44,55 persen).

Terkait Ekspor Papua ke enam negara utama pada Juli 2016 mencapai US$96,83 juta atau menurun 45,06 persen dibanding nilainya pada Juni 2016. Ekspor ke Filipina mencapai angka terbesar yaitu US$37,37 juta, diikuti India U$25,92 juta, dan Korea Selatan US$16,93 juta.

“Secara kumulatif, ekspor Papua ke enam negara utama pada Januari-Juli 2016 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 30,74 perse, begitu pula ekspor ke negara lainnya yang turun hingga 62,89 persen,” katanya.

Mengenai Impor, secara kumulatif nilai impor Papua Januari-Juli 2016 mencapai US$395,69 juta atau menurun 2,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 yang mencapai US$406,82 juta.

April lalu, Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Dirut Pelindo IV Doso Agung melepas pelayaran langsung (direct call) ekspor perdana menuju Tiongkok. Dengan ekspor langsung pengusaha Papua mendapatkan penghematan waktu pengiriman 10 hari dan hemat biaya hampir mencapai USD 300-600 per kontainer. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Juli 2016, Ekspor-Impor Papua Menurun