Pelaku Penyerangan di Kampung Kome Gunakan Senjata Polri

share on:
Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw – Jubi/Roy Ratumakin.
Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Kelompok bersenjata, Senin (22/8/2016), menyerang serang kamp karyawan PT AS Jaya di Kabupaten Lanny Jaya, Papua sehingga menewaskan satu orang karyawannya, Simon (36).

Penyerangan yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIT itu, terjadi di Kampung Kome Distrik Popome, Kabupaten Lanny Jaya, mengakibatkan Simon tewas, kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura.

Dikatakan, dari laporan yang diterima insiden itu berawal saat lima karyawan tiba ditempat kerjanya namun tiba tiba muncul empat orang bersenjata menuju kendaraan korban dan berbicara dengan korban tiba- tiba terdengar suara tembakan yang kemudian mengenai bagian kepala sebelah kanan dan dada.

“Korban tewas ditempat dan para pelaku kemudian pergi meninggalkan TKP,” kata Irjen Pol Waterpauw seraya mengatakan sekitar pukul 02.00 WIT dievakuasi ke RSUD Tiom.

Gunakan Senjata Api Milik Polisi

Dikatakan, keempat rekan korban yakni Tandidatu (25), Sumanraya (32), Muhammad Mukhtar (27) dan Suryanto, tidak mengalami cidera.

Dari keterangan para saksi diungkapkan para pelaku sebelum menembak korban sempat berkata “Anda-anda ini yang menyebabkan kami ditangkap dan ditahan”.

“Korban dicurigai sebagai aparat keamanan karena korban merupakan karyawan baru yang datang untuk memperbaiki peralatan milik perusahaan,” kata Irjen Pol Waterpauw.

Menurutnya, korban memang baru datang tiba di Tiom untuk memperbaiki peralatan milik perusahaan yang sedang melaksanakan pembangunan jalan didaerah itu.

Lebih lanjut, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku salah satu anggota kelompok bersenjata yang menyerang karyawan PT As Jaya di Kabupaten Lanny Jaya menggunakan senjata api hasil rampasan milik Polri.

Dari laporan yang diterima pelaku menggunakan senpi jenis SS 2-V 1 yang digunakan Sabhara, namun belum dipastikan kelompok mana yang melakukan penyerangan.

Masyarakat akan Kena Denda

Sementara Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom mengatakan bahwa pelaku penembakan kepada Simon (36), adalah kelompok TPN/OPM pimpinan Purom dan Enden Wenda.

“Setelah saya konfirmasi kepada masyarakat, pelakunya sudah dipastikan adalah Purom Wenda atau kelompok Purom bersama Enden Wenda,” katanya saat berada di Kota Jayapura, Papua, Senin.

Kedua pucuk pimpinan itu, kata dia, merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam aksi kekerasan, yang tidak sepantasnya terjadi.

“Mereka melakukan itu bersama dengan dua orang rekan yang turun disana, ada banyak saksi mata,” katanya.

Untuk itu, lanjut Befa, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara proses pembangunan jalan ke distrik tersebut dan akan dipindahkan ke lokasi lainnya.

“Kedepan pemerintah akan mengambil langkah-langkah tegas dengan meminta uang ganti rugi kepala kepada masyarakat yang terlibat melindungi dan memelihara kelompok bersenjata,” katanya.

Warga di Distrik Balingga Barat, kata dia, merupakan pihak yang bertanggungjawab, karena sudah ada kesepakatan bahwa siapapun yang meninggal akibat kontak atau perilaku dari kelompok bersenjata, akan kena denda.

“Maka itu masyarakat dimana terjadi aksi kekerasan yang akan menanggung denda kepala sebesar Rp1 miliar,” katanya.

Korban penembakan sempat disemayamkan di Rumah Sakit Tiom, Lanny Jaya.

Informasi dari berbagai sumber bahwa korban telah dibawa ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya melalui jalan darat dan pada Selasa (23/8) pagi, jenazah korban akan segera dievakuasi pada penerbangan pertama dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya ke Sentani, Kabupaten Jayapura. (*)

 

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pelaku Penyerangan di Kampung Kome Gunakan Senjata Polri