Konferensi Uskup Oceania : MSG Adalah Tempat untuk Papua

share on:
Ki-ka, Uskup Agung John Ribat MSC, Port Moresby; Uskup Vincent Long OFM Conv, Parramatta; Uskup Robert McGuckin, Toowoomba; Uskup Charles Drennan, Palmerston North; Uskup Michel Calvet SM, Noumea; dan Uskup John Bosco Baremes SM, Port Vila - Chatolic Outlook
Ki-ka, Uskup Agung John Ribat MSC, Port Moresby; Uskup Vincent Long OFM Conv, Parramatta; Uskup Robert McGuckin, Toowoomba; Uskup Charles Drennan, Palmerston North; Uskup Michel Calvet SM, Noumea; dan Uskup John Bosco Baremes SM, Port Vila – Chatolic Outlook

Jayapura, Jubi – Komite Eksekutif Federasi Konferensi Uskup Katolik Oceania (Australia, Selandia Baru, Papua Nugini/Kepulauan Solomon, CEPAC) selama minggu ini melakukan pertemuan di Port Moresby, Papua Nugini (PNG). Para uksup datang dari banyak negara pulau yang tersebar di seluruh Pasifik.

“Tahun lalu kami mendesak pemerintah dan kalangan bisnis untuk mendukung inisiatif COP21 menangani isu-isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Kita bangga melihat Pemerintah PNG yang baru saja mensetujui RUU untuk menerapkan strategi inisiatif itu,” kata Uskup Agung Port Moresby, John Ribat MSC kepada Jubi melalui siaran persnya, Senin (22/8/2016).

Dalam pertemuan kali ini, menurut Uskup Agung John, fokus khusus para uskup adalah masalah Papua Barat. Orang-orang Papua saat ini sedang mencari penghormatan atas jati dirinya, seperti halnya yang dilakukan oleh setiap manusia dan kebudayaan.

“Batas politik tidak pernah dapat berisi atau mengontrol hubungan etnis dan kami mendesak pemerintah untuk mendukung keinginan rakyat Papua Barat untuk berpartisipasi penuh dalam Melanesian Spearhead Group (MSG),” kata Uskup Agung John,

Para Uskup Oceania ini mendukung deklarasi antara agama tahun 2003 yang mensepakati ’Papua Tanah Damai’. Menghalangi partisipasi rakyat dan bangsa Papua dalam di MSG menurut para uskup ini tanya akan membuat luka pada bangsa Melanesia.

“MSG adalah tempat untuk Papua. Bangsa dan rakyat Papua, bisa melakukan kolaborasi dan berbagi potensi sumber pemahaman daerah yang lebih dalam,” kata Uskup John.

Sedangkan Uskup Charles Drennan, Uskup Palmerston North, Selandia Baru menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah Indonesia karena mengijinkan uskup dari PNG dan Kepulauan Solomon untuk mengunjungi Jayapura.

“Kami juga mengakui bantuan Pemerintah Indonesia yang mewujudkan kunjungan uskup dari PNG dan Kepulauan Solomon ke Jayapura untuk bertemu dengan uskup saudara mereka di Papua Barat. Kunjungan tersebut untuk menciptakan perdamaian,” kata Uskup Charles.

Para uskup yang menghadiri pertemuan Uskup se-Oceania ini adalah Uskup Agung John Ribat MSC, Port Moresby; Uskup Vincent Long OFM Conv, Parramatta; Uskup Robert McGuckin, Toowoomba; Uskup Charles Drennan, Palmerston North; Uskup Michel Calvet SM, Noumea; dan Uskup John Bosco Baremes SM, Port Vila.

Seperti diketahui, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) masih menunggu keputusan MSG atas aplikasi keanggotaan penuh yang diajukan perwakilan bangsa dan rakyat Papua ini. Pada bulan Juli lalu, keputusan MSG tertunda karena kesalahan dalam penyusunan panduan dan kriteria keanggotaan MSG. Panduan dan kriteria keanggotaan yang disusun oleh komisi legal Sekretariat MSG sebelum pertemuan para pemimpin MSG di Honiara tersebut mensyaratkan anggota MSG haruslah sebuah negara. Kriteria ini tak hanya menghalangi niat ULMWP menjadi anggota penuh MSG namun juga bisa menyingkirkan Front Pembebasan Bangsa Kanak (FLNKS) yang telah menjadi anggota MSG sejak MSG didirikan. (*)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Konferensi Uskup Oceania : MSG Adalah Tempat untuk Papua