Kurangi Kepadatan Bandara Sentani, Dishub Dorong Penerbangan Malam

share on:
Bandara Sentani - Jubi/Yance Wenda
Bandara Sentani – Jubi/Yance Wenda

Jayapura, Jubi – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua mendorong Bandar Udara Klas I Utama Sentani untuk memberlakukan penerbangan malam guna mengurangi kepadatan “slot time” atau waktu terbang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Djuli Mambaya, di Jayapura, pekan lalu, mengatakan kepadatan waktu terbang ini juga menjadi salah satu penyebab mahalnya harga tiket ke Papua.

“Jadi kami merencanakan pesawat-pesawat kecil bisa terbang di pagi hari sekitar pukul 05.00-07.00 Waktu Indonesia Timur (WIT), di malam hari juga ada penerbangan dari luar Papua ke dalam Papua,” katanya.

Menurut Djuli, pihaknya melihat kondisi Bandar Udara Klas I Utama Sentani sudah cukup memungkinkan sehingga tidak ada salahnya jika mulai direncanakan membuka penerbangan malam.

“Namun, tetap kami akan kembali berkoordinasi dengan pihak Otoritas Bandar Udara Klas I Utama Sentani untuk melihat apakah kondisi penerbangan malam ini memungkinkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya berharap, nantinya dengan adanya penerbangan malam akan membuat peluang pasar sehingga maskapai penerbangan dapat lebih berlomba menjaga kondisi harga tiket agar tidak melambung terlalu tinggi.

“Bahkan selain penerbangan malam ini, kami juga mendorong kesiapan Bandar Udara Kelas I Utama Sentani untuk melayani penerbangan internasional dari negara tetangga Papua Nugini (PNG),” katanya.

Dia menambahkan semua hal ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih dipermudah dalam menggunakan jasa penerbangan khususnya di Provinsi Papua. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kurangi Kepadatan Bandara Sentani, Dishub Dorong Penerbangan Malam