Mahasiswa dan Dosen Tuntut Ketua STAIN Al Fatah Turun dari Jabatan

share on:
Sejumlah mahasiswa dan dosen STAIN Al Fatah saat melakukan aksi demo di depan kantor Rektorat – Jubi/Roy Ratumakin.
Sejumlah mahasiswa dan dosen STAIN Al Fatah saat melakukan aksi demo di depan kantor Rektorat – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan dan tenaga pengajar (Dosen) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura gelar demo dan aksi bakar ban di depan kantor Rektorat STAIN Al Fatah Jayapura. Aksi ini dilakukan menuntutsebagai tuntutan agar Ketua STAIN, Idrus Alhamid turun dari jabatannya.

Dalam aksi demo tersebut mahasiswa berorasi sambil membentangkan pamflet yang berisikan berbagai tuntutan, selain meminta Ketua STAIN Al-Fatah Idrus Alhamid mundur, mahasiswa juga meminta Kementrian Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk mengusut program jarak jauh STAIN Al Fatah di Timika Kabupaten Mimika.

Selain itu pihak pendemo juga meminta kepada pihak aparat kepolisian untuk segera memeriksa Wakil Ketua 1 STAIN Al Fatah Jayapura, yang diduga telah melakukan korupsi. Mahasiswa juga menuntut Dirjen segera mengusut Plagiat Skripsi mahasiswa STAIN.

Salah satu Dosen STAIN Al Fatah Muhammad Yassin Mayalibit yang turut demo mengatakan bahwa benar ada banyak persoalan yang membuat mahasiswa dan dosen akhirnya harus melakukan aksi demo dan meminta Ketua turun.

“Untuk dosen, kami itu dijanjikan untuk sekolah S3 sejak 2011 lalu, dan sampai sekarang tidak jelas, masa untuk biaya sekolah bagi dosen ke S3 hanya dikasih uang 32 juta saja, ini tidak masuk akal. Saya sendiri tidak akan kuliah dengan uang itu, ini sekolah S3 biaya tidak sedikit,” katanya kepada wartawan disela-sela aksi demo pada Senin (22/8/2016).

Selain Dosen, Yassin menambahkan ada permasalahan juga terjadi pada Akademika Mahasiswa.

“Ada manipulasi data mahasiswa aktif. Mahasiswa STAIN ada 1.500 mahasiswa, padahal yang aktif hanya ada 300 orang saja. Ini tidak boleh, jangan bohong, hanya untuk ke jenjang IAIN (Institut Agama Islam Negeri). Jangan ada kemunafikan, jangan ada abu-abu dan yang tidak jelas itu,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya mengatakan salah satu masalah pada sekolah jarak jauh yang diselenggarakan oleh STAIN Al Fatah di Timika Kabupaten Mimika adalah pembuatan skripsi. Pasalnya, mahasiswa membuat skripsi secara berkelompok serta dibuatkan oleh dosen atas perintah ketua STAIN.

“Inikan tidak boleh, ini merusak nama baik lembaga, oleh karena itu kita minta ketua turun dari jabatan,” katanya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mahasiswa dan Dosen Tuntut Ketua STAIN Al Fatah Turun dari Jabatan