Mariana Utara Tentang Rencana AS Buka Pangkalan Militer

share on:

Mariana Utara, Jubi – Loyalitas orang-orang Mariana Utara kepada AS tidak perlu dipertanyakan lagi, tapi mereka akan jadi serba terbatas jika wilayah mereka kini dijadikan sebagai pangkalan militer.

Kawasan Tinian Utara di Mariana/ RNZI
Kawasan Tinian Utara di Mariana/ RNZI

Kekuatan militter AS berencana akan menggunakan kepulauan Mariana di Tinian dan Pagan sebagai tempat pelatihan militer untuk unit-unit yang berasosiasi dengan pangkalan militer AS yang berada di Guam.

Otoritas Mariana dan penduduk secara tegas menentang rencana tersebut dan telah mengutarakan kegelisahan mereka ke pihak AS dalam serangkaian diskusi, bahwa hal itu akan berdampak pada kerusakan lingkungan, sosial, dan budaya setempat.

Salah satu yang dibahas adalah bahwa rencana-rencana itu dapat membahayakan Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara (CNMI) yang memiliki industri pariwisata, di mana perkembangan kasino adalah salah satu yang utama.

Seperti Puerto Rico, CNMI adalah wilayah teritori dengan status persemakmuran memiliki ikatan historis dengan sejarah militer AS

Tercatat, Tinian adalah lokasi terbesar pangkalan udara AS selama Perang Dunia II dan titik pangkal bagi para penerbang yang membawa bom-bom atom untuk dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Sebagaimana halnya aktivitas latihan perang, telah dipertimbangkan bahwa militer akan menggunakan dua kepulauan untuk menjatuhkan bom dan latihan-latihan berskala besar meliputi latihan gabungan antara militer AS dan pasukan militer gabungan di kawasan setempat.

Pada 2015, kepada RNZI militer AS mengatakan bahwa aturan hukum terkait hubungan dengan pihak-pihak lokal mengenai rencana tersebut telah ada.

Namun, bulan lalu, sebuah tuntutan hukum yang diajukan oleh empat komunitas di Mariana Utara dengan perwakilan resmi dari LSM Earthjustice melalui pengacaranya David Henkin menentang proposal AS untuk Pagan dan Tinian. (*)

 

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mariana Utara Tentang Rencana AS Buka Pangkalan Militer