Minimnya Alokasi Dana Desa untuk Pendidikan di Sorong

share on:
Suasana belajar di sekolah kampung - Jubi/ist
Suasana belajar di sekolah kampung – Jubi/ist

Sorong,Jubi – Aktivis pendidikan di Kabupaten Sorong Robertus Nauw, menyayangkan minimnya realisasi dana desa bagi pendidikan di kampung-kampung di Kabupaten Sorong.

Robertus menjelaskan realisasi dana desa yang dikucurkan untuk sektor pendidikan di kampung hampir tidak ada, padahal fasilitas sekolah seperti WC guru dan WC siswa tidak ada. Demikian juga dengan perpustakaan sekolah, buku-buku, honor guru non ASN.

“Hampir semua kekurangan ini dilihat oleh aparat kampung dan pendamping dana desa, namun tetap saja mereka mengalokasikan dana desa itu untuk barang lain. Seperti bangun jalan, bangun pustu, bangun pasar dan bangun kamar mandi di desa yang kalau dilihat dengan dana gila-gilaan namun tetap saja banyak yang tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Robertus Nauw 

Ia mempertanyakan pilihan aparat kampung yang memprioritaskan pembangunan pustu di beberapa kampung, dibandingkan membangun fasilitas sekolah.

“Masa untuk alokasikan lima juta untuk bangun rumah semi permanen buat guru saja tidak bisa. Bangun pustu habiskan ratusan juta tidak ada pegawai kesehatan, bangun pasar puluhan juta tidak ada yang jualan,” katanya.

Ia menegaskan banyak guru honor yang betah mengajar anak-anak di kampung berbulan-bulan, namun harus berpuasa menunggu honor.

“Bagaimana mungkin para guru yang tidur sisip dengan warga kita ingin tuntut rajin ke sekolah, sedangkan, bangun rumah semi permanen buat guru saja warga tidak mampu. Padahal mereka ingin bangun kualitas pendidikan dasar bagi anak-anak,” tandasnya.

Sekretaris LSM Barapen Sorong, Rahman Kabes meminta Pemkab Sorong menyeriusi kasus tersebut.

“Agar ada kejelasan Mengenai nasib Pendidikan di kabupaten Sorong kedepan,” katanya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Minimnya Alokasi Dana Desa untuk Pendidikan di Sorong