Pemprov Papua Dukung Kenaikan Harga Rokok

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty - Jubi Doc
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty – Jubi Doc

 

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengaku sangat mendukung kebijakan atau wacana pemerintah pusat untuk menaikkan harga jual rokok di Indonesia.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty kepada wartawan, di Jayapura, Senin (22/8/2016) menilai, kebijakan tersebut jika benar benar diterapkan akan mampu menolong banyak orang untuk hidup lebih sehat.

“Kebijakan ini pasti menolong banyak orang. Sebab tujuannya supaya lebih banyak orang sehat,” katanya.

Namun disisi lain, ujar Elia, kebijakan ini tentunya merupakan pukulan berat bagi konsumen atau penikmat rokok. Hanya saja, kenaikan tersebut dipandang baik untuk jangka panjang, karena merupakan investasi bagi diri sendiri agar memulai hidup sehat.

“Harapan saya dengan semakin mahal, semoga semakin sedikit yang membeli,”ujarnya.

“Intinya kita tidak bicara perbandingan harga rokok di dalam dan luar negeri. Tapi kita bicara untuk menolong rakyat. Sehingga dengan semakin mahal harganya, maka perokok dituntut berhati-hati mengatur keuangan. Tetapi yang utama semakin sadar agar hidup lebih sehat,” tutur dia.

Secara terpisah, Hengki, Warga Kelurahan Bhayangkara menuturkan, kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali mengingat harga yang ditetapkan bertolak belakang dengan yang dikeluarkan pabrik.

“Sebenarnya tidak masalah, hanya saja kebijakan ini terlihat kalau pemerintah kehilangan akal untuk mengajak warganya berhenti merokok,” kata Hengki.

Hal senada dilontarkan, Mikha. Dimana dirinya tidak mempermasalahkan kenaikan harga rokok oleh pemerintah. Pria kelahiran Sarmi yang sudah 20 tahun menjadi perokok aktif tersebut, mengaku sulit untuk menghilangkan kebiasaan itu.

“Masih sulit bagi saya untuk menghilangkan kebiasaan merokok sehingga kalau ada kenaikan kita tetap akan membeli meskipun mahal, bila perlu kita kembali ke rokok tradisional,” katanya. (*)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemprov Papua Dukung Kenaikan Harga Rokok