Presiden Nauru Bantah “Nauru Files”

share on:

Nauru, Jubi – Presiden Republik Nauru, Baron Waqa membantah “Nauru Files” yang membeberkan laporan kekerasan dan penyiksaan para pengungsi dan pencari suaka di kamp Nauru. Baron menyebut hal itu adalah laporan yang dibuat-buat media.

Presiden Republik Nauru Baron Waqa/RNZI
Presiden Republik Nauru Baron Waqa/RNZI

Baron Waqa menuding media asing menggunakan Nauru ibarat sebagai “sak tinju”. Waqa mengomentari hal itu dalam sebuah artikel di suratkabar Australia yang muncul dua pekan setelah Nauru Files yang berisi publikasi lebih dari 2.000 laporan kekerasan atau penyiksaan  penduduk dalam penahanan Australia di tengah pulau.

Hal tersebut diawali oleh sebuah tinjauan yang diadakan Amnesty International tentang grafik rinci makin banyaknya kekerasan dan perlakuan buruk.

Namun, Waqa menyatakan bahwa Nauru telah menjadi tuan rumah bagi para pengungsi dan pencari suaka yang menerima mereka dengan penuh perasaan, pemahaman, dan bekerja profesional.

Dia juga mengatakan bahwa setiap orang diperlakukan secara terhormat, meski sikap respek atas perlakuan baik pemerintahannya itu tidak dibalas dengan itikad baik.

Waqa mengatakan bahwa pemerintahan pusatnya selalu terbuka dan tidak pernah ada penahanan di Nauru.

Dia mengatakan bahwa foto-foto orang di balik pagar adalah hanya ditujukan untuk propaganda saja. Katanya lagi, para pencari suaka bebas untuk berpergian bersama komunitasnya sesuka hati.

Waqa juga mengatakan, para pengungsi hidup dalam bantuan yang jauh lebih baik ketimbang para penduduk lokal Nauru sendiri, meski ia mengizinkan para pencari suaka tinggal dalam tenda.

Waqa bersikukuh bahwa apa yang dilansir oleh media-media asing selama ini tidak dapat dipercaya. Hal itu tetap dikatakannya meski banyak menuai kritik dari organisasi pembela hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Presiden Nauru Bantah “Nauru Files”