Warga Vanuatu Rayakan Festival “Slow Food”

share on:

Tafea, Jubi – Pekan ini, masyarakat Pulau Tanna di Vanuatu merayakan festival “slow food” pertama di negara itu yang diberi tajuk “Festival Tupunis”. 

Ilustrasi makanan/ RNZI
Ilustrasi makanan/ RNZI

Mereka menampilkan metode memasak dan mengolah makanan secara tradisional dan mengampanyekan penghentian konsumsi makanan cepat saji (fast food).

Festival yang dimulai Senin (22/8/2016) itu akan berlangsung selama beberapa hari di ibukota Tafea.

Para peserta festival datang dari enam provinsi yang ada di Vanuatu termasuk negara tetangga yaitu Kaledonia Baru dan Fiji untuk menyaksikan demonstrasi memasak dan mengolah makanan secara tradisional.

Panitia festival, Thomas Negov mengatakan bahwa festival slow food adalah kebalikan dari fast food atau makanan cepat saji yang biasa diperoleh di toko-toko. Makanan siap saji ini dianggap sebagai penyebab tingginya penyakit tidak menular di Vanuatu.

Seperti dirilis dailypost.vu, Gubernur Provinsi Tafea, Job Teo mengatakan bahwa saat ini Vanuatu menjadi salah satu negara di dunia yang mempromosikan praktek dan metode slow food demi kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas bagi warganya.

Berdasarkan studi, kata dia, konsumsi fast food telah menyebabkan penyakit kegemukan (obesitas), diabetes dan penyakit tidak menular lainnya. “Tingginya konsumsi fast food membuat kita makin melupakan makanan lokal,” tuturnya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Vanuatu Rayakan Festival “Slow Food”