Filipina Mulai Berunding Dengan Kelompok Gerilya Maois

share on:

Oslo, Jubi – Pemerintah Filipina dan pemberontak gerilya Maois memulai perundingan damai di Oslo untuk mengakhiri konflik selama lima dasawarsa dan telah menewaskan lebih dari 40 ribu jiwa.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersama kelompok gerilyawan Maois/maoisrrebelnews.com
Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersama kelompok gerilyawan Maois/maoisrrebelnews.com

Kedua pihak setuju mengadakan gencatan senjata akhir pekan ini.

Delegasi dari kedua pihak akan duduk berhadapan di Taman Holmenkollen, salah satu ruangan di Hotel “Nobel” – merujuk pada nama pemberi anugerah bergengsi dunia itu – yang di dindingnya terpanjang foto mantan peraih penghargaan bersama dengan Dalai Lama.

Proses perundingan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Norwegia yang berharap agar kesepakatan damai dapat tercapai dalam perundingan tersebut. “Konflik ini berlangsung cukup lama,” kata Menteri Luar Negeri Norwegia Boerge Brende dalam pertemuan tersebut.

Ia menambahkan, saat ini merupakan “momentum bersejarah” guna mengakhiri konflik tersebut. “Saya berharap ada kemajuan,” ujarnya ke kedua pihak yang masing-masing diwakili enam juru runding.

Pertemuan yang dimediasi Norwegia itu menghadirkan wakil dari pemerintah Filipina dan pihak Maoist, Barisan Demokrasi Nasional. Kelompok gerilya ini memberontak pada 2012 karena penolakan pemerintah membebaskan pemimpin komunis yang dipenjara selama beberapa dasawarsa.

Kedua pihak menyatakan gencatan senjata pada akhir pekan ini guna memungkinkan adanya perundingan selama satu minggu di Oslo.

Pihak Manila pekan lalu membebaskan 17 pemimpin gerilya komunis yang ditawan di Filipina sehingga mereka dapat menghadiri perundingan di Norwegia.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte sebelumnya sempat mengakhiri gencatan senjata secara sepihak dengan Tentara Rakyat Baru Komunis bulan lalu karena pihak pemberontak tak merespon ajakan damai.

Pasukan Tentara Rakyat Baru, berjumlah tiga ribu orang merupakan angkatan bersenjata partai komunis yang beroperasi di wilayah timur dan selatan negara tersebut. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Filipina Mulai Berunding Dengan Kelompok Gerilya Maois