Beasiswa Chevening Sasar Papua dan Papua Barat

share on:
Suasana sosialisasi Beasiswa Chevening yang berangsung di Ruang Magister Ilmu Kesehatan, Universitas Cenderawasih, Rabu (24/8/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.
Suasana sosialisasi Beasiswa Chevening yang berangsung di Ruang Magister Ilmu Kesehatan, Universitas Cenderawasih, Rabu (24/8/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Sosialisasi Beasiswa Chavening yang didanai pemerintah Inggris bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di Inggris berlangsung di Ruang Magister Ilmu Kesehatan, Universitas Cenderawasih Rabu, (24/8/2016).

Beasiswa untuk semua warga Negara Indonesia termasuk Papua itu adalah program reguler pemerintah Inggris melalui Foreign and Commonwealth Office untuk program master (S2) yang berlangsung selama satu tahun di seluruh universitas di Inggris yang telah ditentukan.

Kandidat yang disasar oleh Beasiswa Chevening adalah mereka yang memiliki prestasi, calon-calon pemimpin masa depan, orang-orang berpengaruh, serta para pengambil keputusan yang ingin mengembangkan profesionalisme, akademik, jaringan, pengalaman, serta membangun hubungan positif jangka panjang dengan Inggris.

Koordinator Beasiswa dan Alumni, Rowena Rompas kepada Jubi, disela-sela acara sosialisasi kepada mahasiswa-mahasiswilulusan S1 mengatakan bahwa pihaknya menargetkan lebih banyak lagi orang Papua untuk bisa ikut dalam beasiswa Chevening.

Rowena menambahkan, kalau ada banyak orang yang bisa masuk tidak masalah, dan dibuka untuk siapa saja. “Semuanya tergantung pada potensi disini. Ada persyaratan yang harus dilalui oleh para peserta yang ikut dalam program ini,” ujarnya.

Disinggung apakah penerimaan Beasiswa Chavening tersebut untuk semua jurusan, Rowena Rompas mengatakan pihaknya membuka untuk semua jurusan kecuali untuk program kedokteran. “Program kedokteran tidak ada, tetapi kalau kedokteran bagian klinik dan ilmu kesehatan masyarakat itu tidak masalah,” katanya.

Ditempat yang sama Political Officer Keduataan Besar Inggris, Rob Campbell-Davis, berharap pada tahun ini ada anak-anak Papua yang bisa ikut dalam program tersebut.

“Kami yakin ada banyak potensi disini, dan kami baru pertama kali berkunjung disini. Kami berharap ada anak-anak Papua yang bisa ikut dalam program tersebut. Kami juga belum tahu animo masyarakat Papua karena program ini baru pertama kali masuk ke Papua dan Papua Barat,” katanya.

Terkait dengan syarat, Rob mengatakan  bagi yang ingin masuk dalam program tersebut harus warga Negara Indonesia. “Ada juga persyaratan seperti harus sudah dua tahun minimum pengalaman kerja, baik itu paruh waktu maupun full time. Nilai bahasa inggris IELTS minimum 6,5 dan TOEFL iBT minimum 79. Oleh sebab itu harapan kami mulai dari sedikitpun tidak masalah, tetapi paling tidak secara kontinyu dari Papua harus ada,” ujarnya. (*)

 

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Beasiswa Chevening Sasar Papua dan Papua Barat