Kampung Air Mandidi, Nabire Akan Jadi Kampung Wisata

share on:
PLH KSDA Propinsi Papua Sihono didampingi dan Kepala KSDA Wilayah II Nabire, Irfan – Jubi/Titus
PLH KSDA Propinsi Papua Sihono didampingi dan Kepala KSDA Wilayah II Nabire, Irfan – Jubi/Titus

Nabire, Jubi – Kampung Air Mandidi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire-Papua akan dijadikan kampung wisata.Kampung itu terpilih karena berdekatan dengan kawasan hutan lindung dan cagar alam Tanjung Boratei.

“Kawasan ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin dan melibatkan masyarakat adat setempat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan mereka. Misalnya, di situ ada kebun sirih, kami akan merehabilitasi dengan tidak memusnahkan tanaman mereka,” jelas Pelaksana Tugas Harian (PLH) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Papua, Sihono pada acara konsultasi publik rencana pengelolaan Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) di Nabire, Rabu (24/8/2016).

Menurutnya, terpilihnya Kampung Air Mandidi karena kampung tersebut berada di kawasan wisata. kawasan ini sudah dipetakkan menurut fungsi dan manfaatnya.

Direncanakan, kawasan wisata itu akan terbagi dalam beberap blok, yakni blok yang direhabilitasi, blok wisata, blok khusus yang harus dilindungi, blok air mandidi, tempat ibadah yang akan dijadikan blok atau kawasan wisata religi.

“Nantinya ada kawasan khusus yang harus dilindungi untuk aneka hayati. disini kita akan berupaya agar mereka bisa mengolah sebaik mungkin,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kepala KSDA Wilayah II Nabire, Irfan mengatakan Taman Wisata Alam (TWA) Nabire merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang berfungsi sebagai kawasan perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya yang bisa bermanfaat untuk pariwisata alam.

“Kami akan susun dokumen rencana pengelolaan jangka panjang TWA Nabire dengan mempertimbangkan segala aspek masukkan dari berbagai pihak sangat kami butuhkan demi optimalisasi pengelolaan, dan tentunya dukungan masyarakat adat sangat kami perlukan,” katanya.  

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire, Socrates Sayori menyambut baik dengan rencana pemerintah itu.

“Berdasarkan rencana dan kesepakatan, kami atas nama Lembaga Adat menyambut baik dan mendukung dengan catatan masyarakat ataupun kampung yang berada di kawasan tersebut harus dilibatkan pengelolaannya, agar hak – hak mereka tidak tersingkirkan,” jelasnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kampung Air Mandidi, Nabire Akan Jadi Kampung Wisata