Masyarakat Papua Tunggak Listrik Hingga Rp.55 Miliar

share on:
Ilustrasi
Ilustrasi

Jayapura, Jubi – Manajemen PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) menyatakan jumlah tunggakan rekening listrik pelanggan mencapai Rp55 miliar.

“Tunggakan sekarang sekitar Rp55 miliar, Paling besar di area Jayapura karena jumlah pelanggan lebih banyak. Untuk Merauke tergolong bagus karena mayoritas pelanggan menggunakan listrik prabayar,” ujar Manajer Niaga PLN wilayah Papua dan Papua Barat Yosephina Kwano, di Jayapura, Selasa (23/8/2016).

Ia mengaku bila jumlah tunggakan yang ada saat ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Tunggakan semester I 2016 memang lebih besar dibanding semester I 2016,” katanya.

Dikatakannya, PLN kini sudah mengambil berbagai upaya untuk menekan angka tunggakan, termasuk hingga proses pemutusan sambungan.

“Oleh sebab itu upaya-upaya yang kami lakukan adalah laporan tunggakan, dimana untuk tunggakan dua bulan ke bawah dilakukan petugas catat meter. Nanti pelanggan yang belum membayar mereka lakukan eksekusi pemutusan sementara,” katanya.

“Kalau untuk yang tiga lembar ke atas itu bongkar rampung, itu alat pengukurnya dilepas, dan sambungannya juga dilepas. Itu upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi tunggakan. Kebiasaan pelanggan, diputus dulu baru mau membayar,” sambung Yosephina.

Menurutnya, khusus tunggakan Pemda dan instansi vertikal, PLN melakukan pendekatan supaya mereka bisa membayar tunggakannya. Kalau TNI/Polri penagihan dilakukan terpusat.

“Kami juga adakan sosialisasi, temu pelanggan. Di situ kami mengingatkan pelanggan untuk bisa peduli atas kewajibannya,” ujarnya lagi.

Yosephina pun berharap jumlah tunggakan rekening pelanggan bisa terus ditekan hingga akhir 2016.

“Diharapkan akhir triwulan III tunggakan bisa melampaui target. Waktu semester I memang belum mencapai target sebesar 35 hari umur piutang,” kata dia. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masyarakat Papua Tunggak Listrik Hingga Rp.55 Miliar