Wapena Kalbar Kawal Informasi Bencana

share on:
Kebakaran hebat yang terjadi di konsesi sawit PT. Agro Lestari Mandiri di Nanga Tayap Ketapang. Foto: Dok Koalisi Rakyat Kalbar Menggugat - mongabay.co.id
Kebakaran hebat yang terjadi di konsesi sawit PT. Agro Lestari Mandiri di Nanga Tayap Ketapang. Foto: Dok Koalisi Rakyat Kalbar Menggugat – mongabay.co.id

Pontianak, Jubi – Puluhan wartawan di Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, tergabung dalam Wartawan Peduli Bencana (Wapena) yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Bidang Tanggap Darurat dan Logistik BPBD Kalbar, Bosman, di Sungai Raya, mengatakan Wapena Kalbar merupakan forum ke-VIII yang dibentuk BNPB, sebelumnya sejumlah daerah di Indonesia juga sudah membentuk Wapena, seperti di Jakarta, Jawa Tengah, Bali, dan daerah lainnya.

“Forum Wapena ini dibentuk sebagai salah satu alur dalam penyampaian informasi terkait bencana maupun penanggulangannya kepada masyarakat melalui media massa,” ungkapnya.

Puluhan wartawan yang tergabung dalam Farum Wapena itu, juga mendapatkan pelatihan berupa pengetahuan dalam penanganan bencana selama tiga hari, mulai tanggal 23 – 25 Agustus 2016.

Selain teori, peserta juga mendapatkan pelatihan berupa praktik, di antaranya praktik SAR, manajemen posko, dapur umum, dan kegiatan lainnya yang menunjang dalam tugas peliputan di daerah bencana.

“Sehingga nantinya wartawan tidak hanya meliput saja, tetapi juga turut berperan serta dalam berbagai kegiatan di lapangan seperti proses evakuasi, manajemen posko, maupun kegiatan lainnya selama berada di lokasi bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Wapena Kalbar, Yan Andrea, yang wartawan Trans 7 mengatakan dengan terbentuknya forum itu diharapkan bisa menambah wawasan para wartawan dalam menyajikan berita terkait bencana alam.

“Sehingga rekan-rekan media nantinya tidak hanya membuat berita tentang jumlah korban bencana saja, tetapi bagaimana caranya kita meramu hasil liputan menjadi sebuah informasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama tentang mitigasi atau peringatan dini terhadap bencana alam itu sendiri,” katanya.

Selain itu juga, diharapkan dengan adanya pelatihan dan pengetahuan itu, maka wartawan nantinya bisa memposisikan diri ketika berada di lokasi bencana. Sehingga benar-benar siap jika ditugaskan di lapangan dengan medan liputan yang sulit sekalipun.

“Sehingga kita tidak sekadar meliput peristiwa saja, tapi juga bisa terlibat langsung dalam penanganan di lapangan dengan bekal pelatihan yang didapat ini,” katanya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wapena Kalbar Kawal Informasi Bencana