Gerilyawan FARC Berdamai dengan Pemerintah Kolombia

share on:

Kolombia, Jubi – Setelah empat tahun berunding di Havana, Kuba, Pemerintah Kolombia dan kelompok pemberontak separatis FARC akhirnya mengumumkan perdamaian. Langkah ini diharapkan bisa menghentikan peperangan yang telah berlangsung selama setengah abad dan telah menewaskan ratusan ribu orang.

Rakyat Kolombia merayakan perdamaian dengan FARC/ AFP
Rakyat Kolombia merayakan perdamaian dengan FARC/ AFP

Saat perjanjian damai ditandatangani nanti, FARC akan mengeluarkan tentara mereka dari persembunyian di hutan dan pegununan ke kamp perlucutan senjata yang dibangun PBB.

Kendati perdamaian telah disepakati, namun penandatangan perjanjian harus lebih dulu mendapat dukungan rakyat Kolombia melalui referendum.

“Pemerintah Kolombia dan FARC mengumumkan bahwa kami telah mencapai pakta yang definitif, penuh dan final untuk menghentikan konflik dan membentuk perdamaian yang stabil dan berkelanjutan di Kolombia,” ujar pernyataan bersama kedua kubu.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos memuji keberhasilan perundingan tersebut dan menyebutnya sebagai “hari yang sangat istimewa”.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Kolombia dan FARC merundingkan soal topik-topik yang belum bisa diselesaikan kedua pihak. Pada Selasa (23/8/2016), perundingan berlangsung semalaman untuk merancang pernyataan bersama, seperti yang disampaikan sumber kedua delegasi kepada AFP. “Kami berhasil mencapai titik aman,” kata pemimpin FARC, Timoleon “Timochenko” Jimenez.

Di antara penentang perdamaian adalah mantan presiden Kolombia Alvaro Uribe yang pada kepemimpinannya keras menggempur FARC.

Perdamaian diprediksi akan mendapat dukungan mayoritas rakyat Kolombia. Ribuan warga Kolombia turun ke jalan dan merayakan perjanjian damai kedua pihak.

FARC atau Pasukan Bersenjata Revolusi Kolombia adalah gerakan perlawanan Marxist yang lahir di tahun 1964 di tengah kesenjangan sosial-ekonomi di Kolombia. Mendapat pendanaan dari penjualan kokain dan tebusan penculikan, kelompok ini berkembang dengan 17 ribu tentara di seluruh negeri. (*)

 

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gerilyawan FARC Berdamai dengan Pemerintah Kolombia