40 Mahasiswa Antropologi Uncen Ikut Inisiasi di Skow

share on:
Peserta inisiasi mahasiswa Uncen jurusan Antropologi Uncen, Jumat (26/8/2016) – Jubi/Hengky Yeimo
Peserta inisiasi mahasiswa Uncen jurusan Antropologi Uncen, Jumat (26/8/2016) – Jubi/Hengky Yeimo

Jayapura Jubi – Sebanyak 40 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Cenderawasih (Uncen), Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Politik (FISIP) Jurusan Antropologi, mengikuti inisiasi di Skow Yambe, Distrik Muara Tami.

Ketua Panitia Penyelenggara, Ribka Degei, mengatakan inisiasi ini akan dilakukan selama seminggu. Inisiasi selama 3 hari dan pembekalan peserta selama 4 hari.

“Peserta yang mendaftar pada acara ini ada 45, tetapi yang hadir 40,” kata Ribka Degei kepada Jubi, Jumat (26/8/2016).

Tema inisiasi kali ini adalah Mengenal Antrpologi dengan Mengenal Inisiasi Dengan Cara Melihat Mendengar Menggambarkan Dan Menulis, ujar Ribka.

Sebelum inisiasi, pihaknya telah melakukan kunjungan melihat artefak di Museum Antropologi, dan membangun jaringan kekerabatan antropologi, kata Ribka Degei.

Diharapkan, peserta yang hadir bisa mengikuti inisiasi dengan baik dan dapat menerjemahkan tema yang diangkat kata pada inisiasi tahun ini, katanya.

“Syarat untuk inisiasi ini harus belajar bahasa daerah setempat, untuk itu menjadi tanggung jawab mereka belajar bahasa ‘skow yambe’,” ujar Ribka.

Ditempat yang sama, Gres Bokoway, salah satu peserta inisiasi mengatakan dirinya senang karena bisa mengenal lebih jauh hal-hal terkait inisiasi, termasuk mengenal teman-teman dan senior alumni.

Sekretaris Jurusan Antropologi, Andi Rumbiak, turut hadir membuka acara “Opening Seremonial” dalam acara pelepasan 40 mahasiswa tersebut.

Pada kesempatan itu Andi Rumbiak mengatakan inisiasi ini dilakukan untuk meneruskan nilai-nilai yang ada di jurusan antropologi, yakni konsep nilai akademis dan konsep sistem kekerabatan.

“Konsep itu ingin kita transfer kepada mahasiswa sehingga sewaktu mereka bisa menjadi antropolog, akademisi, dapat membawa nama jurusan antropologi lebih baik,” kata Andi Rumbiak usai melepaskan peserta inisiasi di halaman Museum Uncen.

Inisiasi ini diharapkan dapat menyatukan visi yang sama antara mahasiswa yang baru, senioritas, dan alumni antropologi, sehingga bisa menjadi agen pembaharu yang berkaitan dengan budaya.

“Kita bicara budaya tidak terlepas juga dengan menulis, sebab semua ada kaitannya dengan akademik, maka mereka disiapkan untuk menjadi mahasiswa yang kritis, dan akademisi atau antropolog nantinya,” kata Andi Rumbiak.

Kegiatan ini sangat penting karena mahasiswa yang dibina juga harus kritis menyikapi fenomena-fenomena yang terjadi di Papua. Sikap kritis itu tidak bisa melalui verbal saja tetapi juga tuangkan dalam bentuk tulisan, kata Andi menjelaskan.

“Panitia inisiasi diharapkan melakukan kegiatan menulis, sebab melalui tulisan pihaknya bisa menyebarkan kepada kahalayak, karena tugas seorang mahasiswa ada kesamaan dengan para dosen, terkait fungsi pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.(*)

 

 

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  40 Mahasiswa Antropologi Uncen Ikut Inisiasi di Skow