BPOM Rutin Lakukan Pengawasan Jajanan di Sekolah

share on:
Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM di Jayapura, Drs. Safinah –Jubi/Roy Ratumakin.
Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM di Jayapura, Safinah. –Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Pengawasan, Obat dan Makanan (BPOM) di Jayapura, Safinah mengatakan, pihaknya selama ini terus melakukan pengawasan terhadap para penjual jajanan di luar sekolah termasuk kantin-kantin sekolah.

“Selama ini kami sudah melakukan pengawasan, kami membeli jajanan tersebut untuk diambil sampelnya, jika ditemukan suatu zat yang berbahaya yang dicampurkan ke bahan makanan maka akan kami lakukan investigasi lebih lanjut terhadap pedagang tersebut,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (26/8/2016).

Safinah mengaku sudah sering melakukan sosialisasi kepada para pedagang bahwa bahan-bahan yang berbahaya seperti formalin dan boraks tidak bisa dicampurkan ke dalam bahan makanan.

Dari sampel-sampel tersebut, katanya, selama 2011 hingga saat ini belum ada kasus terkait para pedagang yang menjajakan dagangannya di sekolah. Cuma pada saat takjil Ramadan BPOM sempat mendapatkan bahan makanan yang dicapur dengan zat-zat berbahaya.

“Dan bahan makanan temuan tersebut langsung kami tarik dari pasaran, sedangkan pedagang tersebut langsung kami berikan peringatan keras,” ujarnya.

Dikatakan bahwa pihaknya juga sudah membentuk komunitas sekolah yang terdiri dari kepala sekolah dan pengelolah kantin. BPOM mengajarkan mereka bagaimana mengelolah kantin dengan baik dan benar, mulai dari kebersihan kantin hingga pengelolaan makanan.

“Sayang ada beberapa sekolah yang sudah memiliki kantin sekolah namun karena murid terlalu banyak memaksakan kantin tersebut berubah fungsi menjadi ruang kelas,” katanya.

Selama ini, katanya, BPOM belum menemukan masalah zat-zat berbahaya tersebut. Namun kehigenisan makanan masih perlu menjadi perhatian serius.

Sebelumnya, banyak warga mengeluhkan makanan yang dijual pedagang kaki lima yan sering mangkal di luar lingkungan sekolah. Di antara keluhan dugaan sejumlah makanan mengandung zat membahayakan dan kurangnya kebersihan makanan.

Mama Yolanda megatakan, penjualan jajajan yang paling banyak dijumpai depan SD Negeri Kotaraja dan SD Impres Kotaraja.

“Mereka itu sudah mendapatkan sertifikat atau tidak, persoalannya, apakah jajanan tersebut terbebas dari zat-zat yang membahayakan atau tidak,” katanya kepada Jubi, Jumat (26/8/2016).

Ia mengatakan, banyak kasus di televisi terkait jajanan yang mengandung formalin maupun boraks.

“Saya khawatir kepada anak-anak kita yang membeli jajanan tersebut, juga saya berharap ada pengawasan lebih dari pihak sekolah terhadap para penjual jajanan tersebut,” ujarnya. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BPOM Rutin Lakukan Pengawasan Jajanan di Sekolah