Kasus HAM di Papua Harus Dituntaskan, Bukan Sekadar Janji

share on:
Ketua AMPTPI wilayah Indonesia Timur, Natan Naftali Tebai - Jubi/Abeth You
Ketua AMPTPI wilayah Indonesia Timur, Natan Naftali Tebai – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi –Kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua tak pernah dituntaskan penyelesaiannya. Hanya sekadar janji-janji dari Menteri Polhukam LB Panjaitan kepada Menteri Wiranto. Kunjungan kedua jenderal purnawirawan itu tidak memberi harapan bagi rakyat Papua terkait janjinya atas penyelesaian sejumlah kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua.

Hal ini dikatakan  Ketua Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se Indonesia (AMPTPI) Natan Tebay kepada Jubi, Kamis (25/8/2016) di Jayapura.

“Kedua petinggi ini hanya sekedar jalan-jalan saja? Saat ini rakyat Papua tidak minta Menkopolkam Wiranto dan Menko Maritim Luhut Binsar kunjungi perbatasan PNG. Tapi, kami menanti janji mereka untuk penuntasan kasus-kasus pelanggaran Ham itu. Kami anggap mereka datang mau selesaikan kasus-kasus itu,” tegas Natan Naftali Tebai.

Menurut  dia, kedatangan orang kepercayaan dari Jokowi itu justru menambah luka batin bagi rakyat Papua, sebab selama ini apa yang diucapkan oleh Luhut Binsar Panjaitan hanyalah dusta.

“Yang kami tunggu itu kemajuan penuntasan kasus pelanggaran HAM mulai dari kasus Biak, Wamena, Tolikara, Paniai dan Wondama. Malah petinggi RI membawa Jaksa Agung Australia kunjungi proyek fisik di perbatasan PNG. Ini pikiran yang kanak-kanak. Yang diminta roti, malah yang dibawakan batu,” katanya.

Sementara itu, mantan Ketua Pemuda Klasis Kingmi di Kota Jayaura, Naftali Magai mengatakan, rakyat Papua Barat sama sekali tidak membutuhkan kunjungan banyak-banyak di Papua oleh petinggi Republik Indonesia tetapi harapannya adalah membutuhkan hidup yang rukun dan damai.

“Kapan janji dari Jokowi itu mau wujudkan kepada rakyat Papua tentang penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Papua?” katanya.

Menurut Magai, jalan kehidupan rakyat Papua sejak tahun 1969 hingga tahun 2016 ini bagaikan kapal di tengah lautan yang diombang-ambingkan oleh ombak besar dan tidak pernah diredahkan oleh petinggi Negara, sehingga Papua terus menjadi anak piatu

“Aneh ya, di tanah Papua ini program di atas program. Sangat berdekatan Jakarta berikan gula-gula manis ini. Ini yang terjadi di bawah kepemimpinan Jokowi bagi tanah Papua,” ujarnya. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kasus HAM di Papua Harus Dituntaskan, Bukan Sekadar Janji