Serah Terima Tanah Adat, Pemda Bangun Perpustakaan Tolikara

share on:
Suku Teyur Wandik menandatangani dokumen pelepasan tanah adat kepada pemerintah daerah Tolikara atas lahan seluas 600 m2, pada Rabu (24/8/2016). – Jubi/Derwes Yikwa
Suku Teyur Wandik menandatangani dokumen pelepasan tanah adat kepada pemerintah daerah Tolikara atas lahan seluas 600 m2, pada Rabu (24/8/2016). – Jubi/Derwes Yikwa

Tolikara, Jubi – Masyarakat dua suku di Tolikara yakni Wandik Yikwa dan Bogum Kogoya melepaskan hak atas kepemilikan tanah adat atas lahan seluas 600 meter per segi kepada pemerintah daerah Tolikara pada Rabu (24/8/2016). Lahan itu akan digunakan untuk pembangunan gedung perpustakaan daerah.

Pemda Tolikara melalu Bagian Tata Pemerintahan Setda menyerahkan Rp150 juta kepada Noten Bogum dan Main Wandik yang mewakili dua suku tersebut sebagai ganti rugi pembebasan lahan. Serah terima hak atas lahan dan penandatanganan dokumen disaksikan sejumlah muspida dan masyarakat Tolikara.

Proses pelepasan tanah adat berlangsung tertib dan aman  di depan kantor Dinas Perhubungan Tolikara di Karubaga. Turut disaksikan Bupati Tolikara, Sekda Tolikara, dan Danramil Karubaga Kapten Marthen Arim serta sejumlah pimpinan SKPD.

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo mengatakan selama ini gedung perkantoran yang menjalankan proses penyelenggaraan pemerintahan berada di atas lahan milik masyarakat adat dan belum ada pelepasan lahan oleh pemerintahan sebelumnya.

Dampak dari belum adanya pembebasan lahan di waktu-waktu lalu, kata bupati, sering ada pemalangan  yang dilakukan orang yang mengaku sebagai pemilik lahan tersebut di sejumlah kantor pemerintah di Karubaga dan sekitarnya.

“Sampai saat ini kita sering mengalami hambatan dengan munculnya palang memalang di sejumlah kantor di Karubaga dan sekitarnya. Karena itu kita menata pembangunan dan pemerintahan Kabupaten Tolikara dengan meletakan pembangunan yang jelas dan benar dengan melalui pembebasan tanah adat milik masyarakat sehingga masyarakat senang dan pemerintah juga senang,” kata Usman kepada Jubi di Karubaga, Rabu.

Akta Notaris Pelepasan Tanah Sisilia Aupasarai,SH dalam megatakan dokumen pelepasan tanah adat yang sudah ditandatangani pemilik lahan dari kedua suku tersebut merupakan jaminan dan berlaku mengikat secara turun temurun. Ia mengatakan, kedepan, pemerintah akan membangun perpustakaan daerah di atas lahan itu.

Bupati Tolikara Derwes Yikwa menandatangani dokumen pelepasan tanah adat milik suku Wandik Yikwa dan Bogum Kogoya dengan tebusan Rp150 juta atas lahan 600 m2 di Karubaga, Tolikara, Rabu (24/8/2016). – Jubi/Derwes Yikwa
Bupati Tolikara Derwes Yikwa menandatangani dokumen pelepasan tanah adat milik suku Wandik Yikwa dan Bogum Kogoya dengan tebusan Rp150 juta atas lahan 600 m2 di Karubaga, Tolikara, Rabu (24/8/2016). – Jubi/Derwes Yikwa

“Semua dokumen yang di tandatangani pemilik hak ulayat atas tanah adat ini menyatakan bahwa masyarakat dua suku tersebut menjamin kebenaran pelepasan siap menyerahkan tanah adatnya kepada pemerintah untuk menjadi aset pemerintah kabupaten Tolikara.

“Penjaminan ini berlaku mengikat secara turun temurun. Apabila dikemudian hari terjadi atau muncul keberatan atau ada pihak lain yang mengaku juga memiliki tanah adatnya. Maka pihak pemilik hak ulayat menjamin secara hukum mempertangungjawabkannya. Kita juga punya kewajiban untuk membayar pajak peralian sebesar 5 persen kepada negara untuk di pakai kembali membagun Indonesia,” Sisilia menjelaskan.

Kepala suku Teyur Wandik mengapresiasi terobosan yang dilakukan pemda Tolikara. Ia mengatakan sejak pemerintah mengambil alih atas lahan mereka untuk pembangunan kantor, hak ganti rugi pembebasan lahan belum dilakukan.

Teyur berharap, pemda Tolikara terus memberi perhatian untuk kemajuan masyarakat asli di wilayahnya. “Kami terus berharap Bupati Usman Wanimbo membangun Tolikara dengan memperhatikan masyarakat adat, perhatian secara baik. Terobosan baik yang sudah di lakukan ini harap diteruskan untuk kemajuan dan perubahan daerah kita ini,” harapnya. (Derwes Yikwa)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Serah Terima Tanah Adat, Pemda Bangun Perpustakaan Tolikara