Orang Tua Murid Aligegeo Tuntut Sekolah

share on:
Kepala Sekolah Aligegeo, Javin Rukia - theislandsun.com
Kepala Sekolah Aligegeo, Javin Rukia – theislandsun.com

Jayapura, Jubi – Para Orang Tua Sekolah Menengah Provinsi Aligegeo di Malaita bersatu mendesak pemerintah nasional dan provinsi untuk buka mata melihat persoalan kelangkaan air di sekolah, Minggu (28/8/2016).

Ketersediaan air di sekolah telah mencapai titik paling kritis, bahkan hingga kepala sekolah memperingatkan hendak menutup sekolah dalam dua minggu ini.

Situasi ini terjadi setelah persediaan sumber air ke sekolah terganggu oleh karena keadaan alam, membuat pasokan air ke pompa sekolah tidak ada.

Aligegeo adalah rumah bagi sekitar 550 pelajar.

Juru bicara orang tua murid, yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa situasi ait hanya dapat dibicarakan melalui intervensi pemerintahan propinsi dan nasional.

“Sebagai orang tua, penutupan sekolah adalah hal yang sangat tidak kami harapkan,” kata dia. “Kami bayar SPP saat menyekolahkan anak-anak ke sana dan harapannya mereka akan tetap sekolah hingga akhir tahun,” tambahnya.

“Menutup sekolah dan memulangkan anak-anak ke rumah tak hanya akan berakibat buruk pada pendidikan anak dan masa depan mereka, tetapi juga menambah biaya hidup,” ujarnya.

“Oleh sebab itu kami menyerukan pada pejabat pendidikan nasional dan provinsi agar dengan serius menangani masalah air ini,” tegasnya.

Pejabat pendidikan, ketika ditanyakan kemarin, tidak bersedia memberikan keterangan terkait situasi ketersediaan air ini.

Kepala Sekolah, Javin Rukia, sebelumnya mengatakan jajarannya telah berupaya menyuarakan situasi ini namun mereka tidak bisa mengataasinya karena membutuhkan intervensi lebih luas dari kewenangan yang bertanggung jawab seperti pemerintah nasional dan provinsi serta mitra-mitra donor.

“Kenyataan dan situasi kritis ini sangat menyedihkan terhadap salah satu sekolah menengah utama negeri kita, dan saya mengimbau pada publik untuk memberi tekanan pada pengambil kebijakan untuk secepatnya mengintervensi masalah ini,” kata Rukia.

Rukia juga mengatakan bahwa jajarannya sudah kehabisan solusi dan satu-satunya yang tersisa adalah menutup sekolah hingga masalah ini bisa teratasi.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk memulangkan anak-anak ke rumah dalam dua minggu ke depan,” ujarnya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : solomonstarnews.com
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Orang Tua Murid Aligegeo Tuntut Sekolah