Penemuan ‘Fox’ di French Polynesia Kejutkan Warga

share on:
Asal usul anjing laut ini masih jadi spekulasi di French Polynesia. Diduga dia datang dari Selandia Baru, Galapagos, atau Afrika Selatan – Foto: French Polynesian government
Asal usul anjing laut ini masih jadi spekulasi di French Polynesia. Diduga dia datang dari Selandia Baru, Galapagos, atau Afrika Selatan – Foto: French Polynesian government

Jayapura, Jubi – Sabtu minggu lalu (20/8) penduduk di Raivave, pulau gunung berapi kecil di paling selatan Lautan PAsifik, menemukan bayi anjing laut. Penemuan yang mengherankan ini tidak biasa terjadi di perairan tropis French Polynesia, yang entah bagaimana membawa anjing laut mungil ini ke pulau yang dihuni 940 orang itu.

Karena tidak memiliki klinik hewan, polisi dan perawat dipanggil untuk melakukan pengecekan terhadap anjing laut yang dibawa ke rumah sakit oleh penduduk. Hewan itu dibawa di dalam kolam plastik yang diisi air asin. Dia diberi  nama “Fox” oleh penduduk setempat. Media setempat mengatakanhewan dengan panjang 83cm dan berat 8kg itu menderita sedikit luka-luka di tubuhnya.

Robson Tevitau, warga Raivavae, mengatakan pada Tahiti-Infos bahwa para penduduk mencoba memberinya makan, tetapi dia menolak.

“Dokter hewan bilang agar memberinya campuran susu dan telur,” kata dia. “Kami harus membujuknya, tidak mudah memberinya makan. Dia seperti bingung pada sekelilingnya,”

Pada hari Senin (22/8), Fox diterbangkan oleh Polisi dari Raivavae ke Pulau Tahiti untuk pengobatan.

“Ini bayi anjing laut yang kurus dan dehidrasi,” kata Olivier Betremieux, seorang dokter hewan kepada Tahiti-Infos. Betremieux mengatakan hari-hari mendatang sangat kritis bagi keselamatan Fox. “Kami akan pastikan dia sehat dan makan cukup agar beratnya bertambah.”

Anjing laut bukan pemandangan lazim di perairan hangat dan topis seperti French Polynesia, dan masih menjadi misteri bagaimana bisa Fox tiba di kepulauan tersebut menjadi topik perbincangan hangat di media setempat.

Menurut Betremieux para pejabat setempat mencoba memperkirakan asal usul hewan itu. Dikatakan ada tiga kemungkinan:  Kepulauan Galapgos, Amerika Selatan, atau pilihan paling mungkin Selandia Baru, yang jaraknya paling dekat hanya 4000km saja.

Betremieux menduga, entah bagaimana Fox kemungkinan terpisah dari ibunya dan berenang ke arah yang salah.. “Mestinya si Ibu bersama dia, tidak mungkin dia berenang sendiri. Tetapi bisa saja si Ibu diserang oleh Paus,” ujar dia.

Dikatakan bahwa para nelayan lokal merespon anjuran yang ramai di media sosial untuk memberi makan ikan hidup pada Fox, dan kini klinik dibanjiri donasi ikan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah French Polynesia mengatakan bahwa anjing laut berada di bawah perlindungan direktorat lingkungan yang sedang mengupayakan penyembuhan dan pemeliharaan Fox. Pemerintah juga mengucapkan terima kasih pada warga Raivavae atas perlindungan mereka pada Fox.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : RNZI
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penemuan ‘Fox’ di French Polynesia Kejutkan Warga