8 Bulan Terakhir, 14 Kantor Polisi Diserang

share on:
Polri bersama LSM Kemitraan melaksanakan pengukuran kinerja di 31 Polda pada bulan Februari – Maret 2015 - kepolisian.wordpress.com
Polri bersama LSM Kemitraan melaksanakan pengukuran kinerja di 31 Polda pada bulan Februari – Maret 2015/Ilustrasi – kepolisian.wordpress.com

Jayapura, Jubi – Menurut data Indonesia Police Watch (IPW), telah terjadi penyerangan terhadap 14 kantor polisi dan fasilitas polisi oleh masyarakat selama delapan bulan terakhir,  termasuk yang baru saja terjadi di  Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi dan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, Sabtu (27/8) lalu.

IPW menduga hal tersebut disebabkan oleh memuncaknya kebencian masyarakat kepada polisi.Atau ada pihak-pihak tertentu yang memprovokasi,” kata Ketua IPW, Neta S. Pane melalui siaran pers, seperti dilansir Tempo.co, Minggu, (28/8/2016).

Menurut Neta, dari rangkaian insiden itu, sedikitnya sebelas polisi meninggal dan 45 polisi mengalami luka-luka. “Sejak Tito Karnavian menjadi Kapolri, telah tujuh kali kerusuhan,” ujar Neta.

Pihaknya meminta agar kepolisian mengusut secara mendalam alasan warga membakar kantor polisi. Dia juga meminta intelijen kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) serius mengusut perusakan markas polsek tersebut.

Menurut Tempo.co, Sabtu lalu ratusan warga mendatangi Mapolsek Tabir, Jambi, karena polisi menangkap seorang penambang emas yang dianggap ilegal. Warga tak terima atas tindakan kepolisian lantaran polisi tidak menangkap penambang kelas kakap yang juga ilegal.

Sementara di Intan Jaya, Provinsi Papua, seperti diberitakan Jubi (27/8), Kantor Polsek Sugapa dibakar hingga tinggal puing-puing saja. Hal ini ini terjadi setelah Otinus Sondegau, yang masih duduk di bangku SMP, tewas ditembak oleh anggota Brimob di Sugapa.

Baca juga Pemuda Tewas Ditembak Brimob, Warga Bakar Polsek Sugapa

“Brimob langsung datang mengejar. Mereka tembak Otinus di depan rumahnya sendiri. Satu tembakan kena tangan dan satu lagi kena di dada. Otinus langsung meninggal,” kata warga yang menghubungi Jubi.

Kabidhumas Polda Papua, Kombespol Patridge Renwarin, membenarkan bahwa anggota Brimob ini selain mengejar, memang mengeluarkan tembakan. Mereka bahkan sempat ditegur oleh anggota Polsek Sugapa.

Laurenzus Kadepa, Komisi HAM dan Politik DPRP Papua, menganjurkan pihak Kepolisian harus intropeksi diri. “Citra kepolisian dimata rakyat Papua kini seolah tak ada artinya. Cara-cara seperti ini yang membuat masyarakat tidak lagi dipercaya polisi sebagai pelindung, pengayom masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian, seperti dikutip Tempo.co (23/8) mengatakan  polisi tidak boleh menjadi momok bagi masyarakat. Polisi, kata Tito, tidak boleh menjadi layaknya hama yang membikin resah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat bilang ‘itu ada penyakit datang’ kalau melihat polisi,” kata Tito saat memberi pengarahan kepada perwira di jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Menurut Tito, image dan perilaku polisi yang buruk harus segera dihilangkan. Dia tidak menampik bila masih ada polisi yang kerap memalak masyarakat. “Berhentilah jadi tukang palak dan tukang peras,” kata Tito.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  8 Bulan Terakhir, 14 Kantor Polisi Diserang