Kelompok Berseberangan di Puncak Jaya Minta Dibangunkan Gereja

share on:
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat meresmikan Gedung Gereja Jibinggame, Kampung Jibinggame, Distrik Weangi, Jumat (26/8/2016) – Jubi/Arjuna
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat meresmikan Gedung Gereja Jibinggame, Kampung Jibinggame, Distrik Weangi, Jumat (26/8/2016) – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyatakan, kelompok berseberangan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua meminta dibangunkan gereja. Permintaan itulah yang mendorong pihaknya membangun empat gereja dan telah diresmikan Gubernur Papua, Lukas Enembe pekan lalu.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan, permintaan itu disampaikan kelompok berseberangan pada 2013, ketika ia menjabat Wakil Ketua I DPR Papua dan membangun konsolidasi antar aparat keamanan dengan kelompok yang selama ini beraksi di wilayah Puncak Jaya.

“Ketika itu saya membangun konsolidasi antar aparat keamanan dengan saudara, anak-anak kami yang berseberangan. Ketika itu dilakukan bakar batu dan kami sepekat tak ada lagi pertikaian. Mereka usul dibangunkan gereja,” kata Yunus Wonda yang juga ketua panitia pembangunan gereja akhir pekan lalu.

Menurutnya, mereka yang berseberangan merasa selama ini sudah banyak mengorbankan orang. Akibat berbagai dinamika yang terjadi, banyak masyarakat yang memilih pergi ke daerah lain.

“Mereka merasa di daerah ini seolah terus terjadi pertumpahan darah. Hal manusiawi ketika mereka bisa menyadarinya. Mereka menyatakan tak membutuhkan apapun. Mereka hanya ingin dibangunkan gereja,” ucapnya.

Katanya, pembangunan gereja mulai dilakukan November 2014. Ketika itu ditargetkan delapan gereja di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap zona merah. Namun baru terealisasi empat gedung gereja. Tiga diantaranya merupakan permintaan kelompok berseberangan.

“Selama ini banyak anak-anak meninggalkan kampung karena menganggap tak ada tempat atau gereja. Karena dukungan dan semangat dari mereka, akhirnya empat gereja selesai. Keinginan mereka tercapai,” katanya.

Namun Wonda enggan menyebutkan nominal anggaran pembangunan empat gereja itu. Katanya untuk Tuhan tak ada hitung-hitungan. Ia hanya ingin melihat kampung kelahirannya mengalami kemajuan seperti kampung lainnya.

“Kalau kampung saya tidak maju, saya tak akan bangga dan tak mau menyebut saya pernah menjabat Wakil Ketua DPR Papua dan Ketua DPR Papua,” imbuhnya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe ketika meresmikan empat Gereja GIDI yang dibangun di Wilayah Yamo, Klasis Yalu, Kabupaten yang dipusatkan di Gereja Jibinggame, Kampung Jibinggame, Distrik Weangi, Jumat (26/8/2016) mengatakan, terwujudnya pembangunan gereja tersebut menandakan daerah yang pernah dipimpinnya, semasa menjabat Bupati Puncak Jaya aman.

“Ini membuktikan daerah ini aman. Ini permintaan masyarakat termasuk anak-anak kami yang berseberangan. Mereka menyampaikan ingin dibangun gereja. Jadi saya pikir honai yang diminta kami sudah bangun. Ini tempatnya untuk beribadah. Berbicara hal-hal baik. Untuk ikut memajukan kabupaten ini,” kata Gubernur Enembe.

Katanya, gereja dibangun agar mereka yang berseberangan bisa lebih memahami dan menyadari kalau mereka juga manusia ciptaan Tuhan dan bisa bertobat.

“Perlu juga pembinaan rohani. Ini sesuai permintaan kalian. Tak akan melakukan. Apa-apa tapi beribadah. Membicarakan hal penting untuk kemajuan daerahnya,” ucapnya. (*)

 

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kelompok Berseberangan di Puncak Jaya Minta Dibangunkan Gereja