Pengungsi Iran yang Disiksa Itu Ternyata Kartunis!

share on:

Manus, Jubi – Pemberitaan tentang penyiksaan pengungsi di kamp Manus, Papua Nugini sudah bukan rahasia lagi. Tahukah anda bahwa seorang di antara pengungsi yang disiksa itu ternyata seorang kartunis berkaliber internasional?

Karikatur karya Ali/ RNZI
Karikatur karya Ali/ RNZI

Kartunis bernama Ali (25) itu baru-baru ini diganjar penghargaan Kartun Editorial Terbaik dari Cartoonists Rights Network International tahun 2016.

Melalui karya-karyanya, Ali berhasil merekam seluruh perlakuan yang ia dapatkan selama tiga tahun berada di kamp pengungsian Pulau Manus, Papua Nugini.

Karya-karyanya menggambarkan perjuangannya mengatasi stres akibat trauma selama dalam pengungsian, diserang kepanikan, dan menerima perlakuan kasar serta pelecehan seksual. Ali dipaksa mendekam di dalam kamp pengungsian di Pulau Manus oleh pemerintah Australia. Seluruh karyanya selama di pengungsian itu telah dimuat di media The Guardian.

Penghargaan akan diserahkan pada ajang tahunan Asosiasi Kartunis Editorial Amerika (AAEC) di Durham, Carolina Utara pada 24 September mendatang. Jika masih terkurung di kamp pengungsi, Ali yang juga dikenal dengan sebutan “Eaten Fish” itu tentu tidak akan bisa hadir.

Melalui karya-karyanya, Ali dapat menyampaikan pesan kepada dunia tentang keadaan pengungsi di kamp. Kontan, solidaritas muncul dari sesama kartunis di seluruh dunia.

Beberapa waktu lalu, kelompok kartunis Australia mendesak Menteri Imigrasi Australia untuk segera membebaskan Ali dari kamp pengungsi Manus.

Kondisi Ali dilaporkan sangat memprihatinkan akibat stres yang ia alami. Ali terus menggaruk badannya hingga berdarah. Lalu, Ali juga menghabiskan waktu hingga 10 jam hanya untuk mencuci dan mencuci ulang pakaiannya.

Ia akan panik berlebihan jika ada seseorang yang menyentuh badannya. Ali juga sering merasa ketakutan ketika diberi makanan oleh penjaga.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton dan Perdana Menteri PNG, Peter ‘Neill menyatakan bahwa mereka sepakat akan menutup kamp pengungsi di pulau Manus.

Namun, hingga kini kedua pemerintah belum juga merelokasi para pengungsi. Saat ini, ada sekitar 900 jiwa yang masih menghuni kamp pengungsian tersebut. (*)

 

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengungsi Iran yang Disiksa Itu Ternyata Kartunis!