400 IRT Sudah lakukan Pemeriksaan Kanker Serviks

share on:
Para ibu-ibu rumah tangga (IRT) saat mendengarkan penjelasan dari dr. Nirwan tentang bahaya dan cara pemeriksaan secara diri terkait Kanker Leher Rahim yang berlangsung di Kantor BkkbN wilayah Papua, Selasa (30/8/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.
Para ibu-ibu rumah tangga (IRT) saat mendengarkan penjelasan dari dr. Nirwan tentang bahaya dan cara pemeriksaan secara diri terkait Kanker Leher Rahim yang berlangsung di Kantor BkkbN wilayah Papua, Selasa (30/8/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Pentingnya pemeriksaan Kanker Serviks (kanker leher Rahim) terus digalakan pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Papua. Dari sosialisasi yang telah dilakukan di beberapa kabupaten dan target pemeriksaan sekitar 250 Ibu Rumah Tangga (IRT) BKKBN telah memeriksa sebanyak 400 IRT.

Hal ini dikatakan Kepala BKKBN wilayah Papua, Charles Brabar kepada wartawan, Selasa (30/8/2016) disela-sela kegiatan sosialisasi dan pelayanan IVA/PAP Smear Terintegrasi IUD di halaman kantor BKKBN wilayah Papua.

“Kegiatan ini sudah lima kali kami lakukan. Pertama di Kabupaten Keerom, Biak Numfor, Merauke, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari hasil sosialisasi tersebut dari target awal pemeriksaan sebanyak 250 orang kami berhasil memeriksakan 400 orang. Ini melampaui target yang kami tetapkan,” katanya.

Semakin banyak perempuan, setidaknya ibu rumah tangga (IRT), mengetahui bahaya dari penyakit kanker leher rahim maka pola kebersihan daerah kewanitaannya pasti dijaga dengan baik.

“Banyak kasus kematian yang di sebabkan oleh HIV dan AIDS terjadi di kalangan IRT. Maka melalui sosialisasi ini kami berharap para IRT dapat meluangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan atau pendeteksian secara dini terkait kasus kanker serviks,” ujarnya.

“Masyarakat sudah banyak yang paham pentingnya pencegahan kanker rahim. Kanker rahim itu harus di ambil dari leher rahim. Tidak usah malu untuk memeriksakan kesehatan rahim,” ajak Charles Brabar.

Ibu Siti, salah satu peserta sosialisasi mengatakan dirinya sangat terbantu dengan sosialisasi yang dilakukan BKKBN yang menghadirkan dokter spesialis. Karena dari sosialisasi tersebut dirinya bisa tahu lebih banyak tentang kanker serviks.

“Ini positif sekali ya, saya senang. Saya tadi banyak bertanya terkait dengan keluahan-keluhan yang saya rasakan. Memang saya juga sempat melakukan konsultasi ke dokter tetapi paling tidak dengan sosialisasi ini saya bisa paham,” katanya.

Melalui sosialisasi tersebut juga dirinya tahu bahwa virus penyebab kanker Rahim tidak sepenuhnya datang dari ibu-ibu tetapi bisa juga datang dari pihak laki-laki.

“Saya tidak tahu dengan kehidupan rumah tangga orang lain. Tetapi dengan materi yang saya dapatkan bisa saya diskusikan dengan suami saya di rumah,” ujarnya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  400 IRT Sudah lakukan Pemeriksaan Kanker Serviks