Connect with us

Sulawesi

Bupati Minahasa: Waspadai Kebakaran Akibat Kemarau

Published

on

Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow - IST

Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow – IST

Minahasa, Jubi – Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, mengimbau masyarakat agar tetap waspada kebakaran yang bisa saja terjadi, apalagi memasuki musim kemarau saat ini.

“Saya mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati sehingga terhindar dari bahaya kebakaran,” kata Jantje di Tondano, Selasa (30/8/2016).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara, lanjutnya, musim kemarau diperkirakan masuk pada bulan September.

Menurut analisa stasiun klimatologi, monsun asia masih aktif dengan intensitas lemah dan diperkirakan pada beberapa dasarian (sepuluh hari) ke depan akan terjadi pelemahan intensitas monsun asia dan diikuti penguatan monsun Australia.

Pelemahan intensitas monsun asia, diikuti penguatan monsun Australia itu, mengartikan akan memasuki periode musim kemarau hingga berdampak berkurangnya peluang terbentuknya awan-awan hujan.

Sebelumnya Bupati Minahasa meninjau lokasi kebakaran Rumah Mantan Bupati Minahasa Stevanus Vreeke Runtu dan Gereja GPdI Hosana Tonsea Lama pada Senin (29/8) pagi di Tonsea Lama, Kecamatan Tondano Utara.

Saat meninjau kedua lokasi kebakaran tersebut, bupati menyampaikan rasa keprihatinannya dan langsung menghubungi para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk dilakukan pendataan berbagai materi dan bahan serta sarana yang terbakar ini.

Termasuk kerugian yang dialami baik oleh keluarga mantan Bupati Minahasa dan pihak Gereja GPdI Hosana Tonsea Lama untuk diambil langkan penangananan selanjutnya.

Kepada Camat Tondano Utara, Janny Moniung Hukum Tua, Desa Tonsea Lama, bupati menginstruksikan pula untuk melakukan upaya penanggulangan darurat bencana kepada para pihak keluarga atau pengelola tempat ibadah itu.

Diketahui, rumah mantan bupati Minahasa Stevanus Vreeke Runtu dan Gereja GPdI Hosana Tonsea Lama ini mengalami musibah kebakaran pada Senin 29/8 jam 00.30 Wita dini hari.(*)

Sulawesi

DKP Malut Rehabilitasi Terumbu Karang

Published

on

Ternate, Jubi – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara (Malut) berupaya merehabilitasi terumbu karang rusak di daerah itu, terutama yang tingkat kerusakannya masuk kategori berat.

hkti.org

hkti.org

Kepala DKP Malut Buyung Radjiloen di Ternate, Selasa (20/9/2016), mengatakan banyak kawasan terumbu karang di Malut yang telah mengalami kerusakan, baik dalam kategori berat maupun rusak sedang dan ringan, di antaranya di perairan Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Timur dan Kabupaten Pulau Morotai.

DKP Malut akan berupaya melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam upaya merehabilitasi terumbu karang rusak tersebut, karena DKP Malut memiliki keterbatasan, baik dari segi sumber daya manusia maupun pendanaan.

Buyung Radjiloen tidak menyebut secara rinci dana yang dialokasikan, baik melalui APBD maupun APBN untuk kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di Malut. Ia hanya menjelaskan bahwa jumlahnya sangat terbatas dan belum bisa menjangkau seluruh kawasan terumbu karang rusak.

Penyebab utama kerusakan terumbu karang di Malut adalah aktivitas penangkapan ikan yang dilakukan nelayan tidak memperhatikan faktor kelestarian lingkungan laut, seperti penggunaan bom ikan (handak) dan zat kimia (potasium sianida).

Oleh karena itu, menurut Buyung Radjiloen, upaya lain yang dilakukan DKP untuk menyelamatkan terumbu karang di daerah itu adalah meningkatkan penyuluhan kepada nelayan mengenai bahaya penggunaan bom ikan dan zat kimia dalam penangkapan ikan, baik bagi lingkungan laut maupun keselamatan nelayan.

Ia menambahkan DKP Malut terus menggalang kerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI AL untuk meningkatkan pengawasan di perairan Malut untuk mencegah kemungkinan masih ada nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom dan zat kimia, termasuk praktik pencurian ikan. (*)

 

Continue Reading

Sulawesi

Harga Bawang Merah Terus Melejit

Published

on

Ternate, Jubi – Harga bawang merah di Ternate, Maluku Utara (Malut) yang pada pekan lalu hanya Rp 50 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 56 ribu per kilogram karena terbatasnya stok di pasaran.

Bawang merah. -- blog.umy.ac.id

Bawang merah. — blog.umy.ac.id

Pedagang bawang di Pasar Higienis Ternate, Kirman ketika dihubungi, Selasa (20/9/2016) mengatakan pasokan bawang merah dari Nusa Tenggara Barat, Jawa dan Sulawesi terlambat masuk sehingga stok di Ternate terbatas.

Sedangkan bawang putih yang pada pekan lalu harganya Rp50 ribu per kg, sekarang turun menjadi Rp 46 ribu per kg, namun masih di atas harga normal di daerah ini Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kg.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Arief Abdul Gani secara terpisah mengatakan, pihaknya telah meminta kepada distributor bawang merah di daerah ini untuk segera mempercepat pasokan bawang merah dari Sulawesi atau Jawa agar harganya di pasaran Ternate bisa normal kembali.

Selain itu juga meminta kepada para pedagang untuk mengupayakan pengadaan bawang merah lokal dari sejumlah kabupaten di Malut, seperti bawang topo dari Tidore Kepulauan, karena bawang ini juga banyak dimintai masyarakat. (*)

 

Continue Reading

Sulawesi

PVMBG Minta Waspadai Lahar Gunung Lokon

Published

on

Tomohon, Jubi – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung merekomendasikan warga mewaspadai lahar Gunung Lokon di Kota Tomohon yang berpotensi terjadi di musim hujan.

Gunung Lokon - wikipedia

Gunung Lokon – wikipedia

“Waspadailah potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Kamis (15/9/2016).

Farid menambahkan, ada dua rekomendasi lainnya yang harus diperhatikan yaitu masyarakat dan wisatawan diharapkan tidak mendekati dan melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan yang menjadi pusat aktivitas.

Selain itu, apabila terjadi hujan abu, masyarakat diharapkan tetap berada di dalam rumah, dan apabila keluar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung, mulut dan mata.

“Tingkat aktivitas Gunung Lokon saat ini yaitu waspada pada level II,” katanya.

Farid menambahkan, pada Rabu (14/8) terekam dua kali gempa tektonik jauh dengan amplituda 6-10 milimeter, berdurasi 90-105 detik, satu kali gempa vulkanik dangkal amplituda 18 milimeter selama tiga detik, serta microtremor beramplituda 0.5-10 milimeter yang didominasi satu milimeter.

Pada periode tersebut, Gunung Lokon tampak jelas dengan tinggi asap 150 meter berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.