KPU Kota Sorong Dinilai Tak Transparan

share on:

Tim Generasi Emas Basna Tuasikan (Gemas Batu) ketika melakukan jumpa pers di Sorong, Selasa – Jubi/Niko
Tim Generasi Emas Basna Tuasikan (Gemas Batu) ketika melakukan jumpa pers di Sorong, Selasa – Jubi/Niko
Sorong, Jubi – KPU Kota Sorong, Papua Barat dinilai tak transparan dalam memverfikasi syarat administrasi faktual bakal calon yang sudah mendaftarkan diri.

“Sampai hari ini kami masih menunggu hasil verifikasi faktual dari KPU agar dapat segera melakukan pendampingan-pendampingan di lapangan. Seharusnya KPU netral,” kata Natalsen Basna dari Generasi Emas Basna Tuasikan (Gemas Batu) dalam jumpa pers di Sorong, Selasa (30/8/2016).

Ia menduga KPU menghilangkan atau mengurangi dokumen pihaknya dalam proses administrasi faktual yang dilakukan KPU. Jikapun ada alasan KPU tekait kekurangan syarat administrasi, sistem informasi pencalonan (silon) dan KTP yang berjumlah total 21.028 yang sudah dikirim pihaknya ke Jakarta, dapat diketahui jika terjadi pendobelan.

“Seandainya ada upaya mencari kesalahan tentunya semua ada konsekuensinya,” ujarnya.

Ia bahkan menuding KPU tidak dapat melakukan pleno dalam proses verifikasi yang sedang berjalan.

Ketua KPU Kota Sorong Aser Y. Rumanasen ketika dikonfirmasi Jubi per selulernya membantah jika pihaknya tak transparan.

“Sebelum memverfikasi KPU sudah transparan sehingga hal-hal teknis langsung saja kepada komisioner berkaitan. Berkas kandidat independen tetap diverifikasi,” katanya.

Ketua tim sukses pasangan Gemas Batu Simon Soren mengatakan tahapan verifikasi yang dilakukan pada 18 Agustus lalu tak mengikutsertakan pihaknya untuk mengkaji atau meneliti dan hanya dilakukan oleh PPS dan PPD.

“Kami harapkan keterlibatan panwaslu untuk turut mengambil bagian dalam proses pengawalan. Karena selama ini pihak KPU sangat sulit untuk kita jumpai. Hal inilah yang bisa kami pertegas bahwa KPU telah melakukan pelanggaran terkait keterbukaan infomasi,” kata Simon. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KPU Kota Sorong Dinilai Tak Transparan