Legislator: Aparat Negara Semakin Membabi Buta

share on:
Legislator Papua, Emus Gwijangge - Jubi/Doc
Legislator Papua, Emus Gwijangge – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Emus Gwijangge menilai aparat keamanan di Papua, yang merupakan perangkat negara kian membabi buta. Tak hanya masyarakat, wartawan pun tak luput dari sasaran intimidasi.

Ia mengatakan, kebebasan pers di Papua masih jauh dari harapan. Ia mencontohkan kejadian di studio RRI Wamena, Jayawijaya, Jumat (26/8/2016) ketika sedang berlangsung dialog interaktif di stasiun radio milik pemerintah itu dimana ada oknum polisi berpangkat Bripda berinisial DT bersama seorang rekannya yang berpakaian preman masuk ke ruangan tempat berlangsungnya dialog.

“Negara ini sudah membabi buta. Tidak hanya masyarakat, wartawan pun tak lepas dari intimidasi aparat keamanan. Misalnya dalam dialog di RRI di Wamena. Padahal ada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers atau UU Pers. Dalam UU itu dengan jelas mengatur dan melindungi pekerja pers dalam melaksanakan tugas,” kata Emus kepada Jubi, Senin (29/8/2016).

Ia menilai sebagai besar aparat keamanan mungkin belum mengetahui jelas tugas dan fungsi pers. Akibatnya, ada saja oknum-oknum aparat keamanan yang bertindak arogan dan menciderai institusi.

“Rata-rata angota Polisi yg ada di lapangan ini ijazah SMA. Anggota polisi perlu sekolah khusus lagi atau studi banding kemana kah. Jangan lagi mengotori nama institusi. Perbuatan satu orang berdampak pada institusi,” ucapnya.

Kata Emus tak menutup kemungkinan ada juga oknum-oknum anggota polisi “nakal” yang mungkin dengan secara sengaja tak melaksanakan perintah atasannya.

“Tak menutup kemungkinan ada oknum-oknum anggota aparat keamanan yang ingin mencoreng nama lembaga. Pimpinan TNI/Polri harus menelusuri itu. Kadang atasan perintahkan lain, anggota melaksanakan di lapangan lain,” ucapnya.

Sementara Koordinator Divisi Advokasi AJI Jayapura, Fabio Costa mengatakan, laporan yang diterima pihaknya, kejadian di RRI Wamena terjadi ketika dialog interaktif yang menyiarkan program “Sang Inspirator”.

“AJI Jayapura telah mengumpulkan bukti photo dan hasil wawancara dengan tiga nasarumber yang hadir dalam dialog interaktif ketika itu,” kata Fabio.

Menurutnya, AJI Jayapura juga sudah meminta konfirmasi Kepala RRI Wamena, Anwar. Katanya, keterangan yang bersangkutan, anggota TNI atau Polri biasanya mendokumentasikan kegiata dialog di RRI setempat ketika petinggi dua institusi ini yang menjadi narasumber. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator: Aparat Negara Semakin Membabi Buta