Pemangkasan Anggaran Berimbas Terhadap PON Papua

share on:
Ketua Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir - Jubi/Doc
Ketua Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Pemangkasan anggaran untuk daerah di Indonesia, termasuk Papua oleh Kementerian Keuangan dikhawatirkan berdampak pada persiapan pelaksanaan PON XX, 2020 di Papua.

Ketua Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur, Boy Markus Dawir mengatakan, kesiapan PON Papua sedikit terganggu dengan adanya pemangkasan anggaran itu. Untuk Provinsi Papua, kementerian memangkas anggaran propinsi paling Timur Indonesia tersebut senilai kurang lebih Rp600 miliar.

“Ini berdampak pada semua sisi pembangunan termasuk di kabupaten/kota. Pemprov akan melihat sisi mana yang akan dipangkas. Kalau yang dipangkas dari sisi PON, akan menggangu target ke depan. Tahun ini memang fokus perencanaan. Pada 2017 mendatang, pembangunan mulai dilakukan di lima klaster,” kata Boy, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, meski pemotongan anggaran itu berdampak pada pembangunan venue PON Papua, namun ia optimis PON Papua, 2020 mendatang tetap terlaksana di Papua.

“Kami tetap optimis. Kami sudah menyiapkan opsi lain kalau keuangan negara tak mampu. Presiden Jokowi sudah berjanji akan membantu persiapan pelaksanaan PON Papua, tapi kalau pemerintah pusat tak konsisten mendukung PON Papua, kami sudah siapkan alternatifnya,” ucapnya.

Katanya, kemungkinan besar pelaksanaan PON Papua nantinya tak bisa digelar di lima klaster, sesuai wilayah adat yang ada. Namun itu bukan masalah. Penyelenggaraan bisa saja dilaksanakan di dua klaster.

“Kami sudah usul ke Panitia Besar PON yakni Klaster Jayapura dan Mimika. Kedua klaster ini dinilai sudah siap,” ucapnya.

Sementara anggota Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mengatakan, untuk klaster Mimika, PT. Freeport Indonesia siap mendukung pemerintah membangun venue.

“Kami optimis PON Papua akan tetap berjalan. Hanya saja kami masih menunggu konsistensi pemerintah pusat seperti janji-janji presiden,” ucapnya.

Katanya, tak bisa dipungkiri pemangkasan anggaran memang berdampak pada berbagai lini, terutama disisi infrastruktur.

“Akibat pemangkasan anggaran ini, target dalam APBD juga harus dikurangi. Misalnya ditargetkan pembangunan jalan 5km tapi karena anggaran dikurangi, paling tinggal dikerjakan 1km,” ucapnya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemangkasan Anggaran Berimbas Terhadap PON Papua