Aparat Bersenjata di Sidang Putusan Praperadilan Obby Kogoya

share on:
roses sidang putusan Obby Kogoya. Anggota Brimob bersiaga di belakang kanan dan kiri hakim – ekspressionline.com
roses sidang putusan Obby Kogoya. Anggota Brimob bersiaga di belakang kanan dan kiri hakim – ekspressionline.com

Jayapura, Jubi – Sidang putusan praperadilan Obby Kogoya, Selasa (30/8/2016) di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta, dilecehkan oleh kehadiran 4 orang aparat keamanan bersenjata laras panjang di ruang persidangan, tepat di belakang hakim.

Menurut keterangan pengacara Obby Kogoya dari LBH Yogyakarta, Emanuel Gobay, yang dihubungi via telpon Rabu (31/8/2016), sejak awal mereka memasuki ruang persidangan dua orang aparat provos bersenjata pistol sudah ada di dalam ruangan, masing-masing di samping termohon dan pemohon.

“Lalu sebelum hakim memasuki ruangan, ada 4 orang brimob lengkap dengan senjata laras panjang berdiri di belakang hakim,” ujar Emanuel yang kemudian mengajukan keberatan kepada Hakim Bagindo Rajoko Harahap, sebelum yang bersangkutan membacakan putusan sidang.

“Kami meminta hakim untuk mengarahkan empat orang bersenjata itu keluar ruangan, sebagai penghormatan terhadap sidang yang harus bersih dari senjata,” ujarnya.

Selanjutnya hakim memang mengarahkan keempat orang tersebut untuk meninggalkan ruang sidang, sambil mengatakan bahwa dirinya (hakim) pun sebelumnya turut diperiksa. “Hakim bilang, dia sendiri tidak tahu menahu sama sekali terkait kehadiran mereka, apakah pertimbangan pengadilan atau inisiatif kepolisian, yang pasti dirinya belum tahu,” kata Emanuel menirukan ucapan hakim Bagindo kepadanya.

Bagi pengacara Obby yang asli Papua ini, peristiwa kehadiran keempat orang aparat tersebut adalah pelecehan terhadap ruang sidang yang mulia, “orang-orang bersenjata di ruang sidang itu penghinaan terhadap pengadilan,” tegasnya.

Keempat aparat berimob tersebut memang meninggalkan ruang sidang, namun 2 orang provos tetap berada di ruangan dari awal sampai akhir persidangan.

Emanuel Gobay menjelaskan bahwa kehadiran aparat bersenjata ini sudah dua kali terjadi di persidangan Obby Kogoya. Selain sidang yang baru lalu, persidangan pembuktian pada Jumat (26/8) juga dicemari oleh kehadiran saksi-saksi fakta termohon yang mengantongi senjata.

Baca juga Korban Jadi Tersangka, Obby Kogoya Praperadilankan Kepolisian DIY

“Kami sempat meminta hakim juga untuk mengamankan senjata mereka,” ujar Emanuel. Dirinya juga sangat kecewa atas fakta begitu ketatnya pengamanan peradilan di dalam dan luar sidang, padahal Obby adalah korban dan mahasiswa biasa saja.

Hal itu dibenarkan Imam Ghazali, seorang reporter LPM Ekspresi UNY Yogyakarta, yang hadir pada sidang tersebut.

“Sidang putusan Obby Kogoya terlalu berlebihan jika dijaga aparat bersenjata dengan sangat ketat, bahkan aparat memasuki ruang sidang. Tindakan seperti itu, menunjukkan bahwa aparat tidak mematuhi hukum yang berlaku dalam persidangan. Tindakan seperti itu justru tidak sesuai dengan tujuan aparat sebagai penegak hukum, tapi justru melanggar hukum yang berlaku di persidangan,” ujarnya melalui pesan singkat ketika dihubungi Jubi Rabu (31/8) sore.

Bahkan, lanjutnya, lebih banyak aparat yang hadir ketimbang warga.

Putusan Pengadilan

Hakim Pengadilan Sleman yang berkeputusan menolak praperadilan Obby dan membenarkan tindakan penangkapan polisi, menurut pernyataan sikap LBH Yogyakarta sebagai pengabaian fakta-fakta krusial secara keseluruhan.

“Padahal selama persidangan sesungguhnya terkuak sejumlah fakta tidak masuk akal dalam proses penetapan tersangka itu,” demikian menurut LBH Yogyakarta.

Fakta pertama, lanjut LBH, seluruh alat bukti yang dijadikan dasar oleh polisi untuk mentersangkakan Obby Kogoya tidak diperoleh dalam tahapan penyidikan. Lalu, ada senjata di dalam ruangan, yang seharusnya Komisi Yudisial bisa melihat hal ini sebagai pelecehan pengadilan. Fakta lainnya juga alat bukti surat berupa visum et repertum tidak punya kekuatan pembuktian.

“Kami tegaskan sekali lagi bahwa Obby Kogoya tidak pernah melakukan kekerasan terhadap petugas, penetapan tersangka Obby Kogoya sarat dengan manipulasi, dan selama persidangan tampak sekali arogansi dan diskriminasi rasial yang dilakukan oleh polisi,” demikian pernyataan tersebut.

Baca juga Aksi Aparat terhadap Mahasiswa Papua di Yogyakarta, Perburuk Wajah NKRI

Terkait keputusan pengadilan tersebut Emanuel Gobay akan melanjutkan pendampingan terhadap Obby Kogoya. “Saat ini sementara masih tahanan kota ya. Kami sudah minta penangguhan penahanan dengan jaminan seorang mahasiswa. Kalau dililimpahkan ke kejaksaan kami akan lanjutkan permintaan penangguhan itu karena yang bersangkutan masih mahasiswa aktif,” tegas Emanuel.

Pihaknya juga sudah mendapatkan bukti video dan foto terkait pelaku penganiayaan oleh aparat yang akan mereka gunakan untuk advokasi selanjutnya. “Ini meyakinkan kami, ditambah beberapa saksi bahwa mereka tidak melihat Obby melakukan tindakan apa-apa. Saksi kami bahkan melihat Polisi yang melakukan penganiayaan, pengeroyokan dan pemukulan,” ujarnya.

Ditanyakan terkait kondisi psikologi Obby Kogoya, yang masih berusia 20 tahun itu, Emmanuel mengatakan sejauh ini dia dalam keadaan baik-baik. “Saya siap jalankan proses ini karena pada dasarnya saya memang tidak melakukan kejahatan apa-apa,” ujar Emanuel menirukan perkataan Obby pada dirinya.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aparat Bersenjata di Sidang Putusan Praperadilan Obby Kogoya
  • merah_jambu

    tidak usah berlebihan. itu hanya pengamanan dan antisipasi saja dari
    pihak kepolisian. lagi pula semuanya kan sudah jelas. kalau polisi tidak
    melakukan penganiayaan seperti apa yang diberitakan. selain itu,
    tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pun juga sudah sesuai
    prosedur. jadi, lebih baik terima saja dan hormati hukum yang berlaku.

    View Comment
  • Rama Putra Rusdiansyah

    pihak kepolisian hanya melakukan pengamanan,menurut ku sih wajar” saja ,dan itu pasti sesuai SOP juga kok,,,soo gak usah lah lebay gtu ,mana kesan nya buat judul nya itu kok heboh ,biasa aja padahal

    View Comment
  • Andika Simorangkir

    Polisi hanya berjaga untuk mengamankan lokasi supaya tetap kondusif dan jangan berlebihan dalam menanggapi sesuatu.

    View Comment
  • Origin Zelda

    itu hanya mengamankan, jangan terlalu di dramatisir lah,

    View Comment
  • Nen Byak

    Mungkin ini persidangan teroris, pelaku pemboman atau sejenisnya sehingga diperlukan keamanaan bersenjata api lengkap…! Hahaha sangat lucu dan semakin menjadi lucu peraturan persidangan di negara zaman modern ini…!!!

    View Comment